Semburan Abu Gunung Anak Krakatau Capai 15 Km, Mengarah ke Samudra Hindia

Semburan Abu Gunung Anak Krakatau Capai 15 Km, Mengarah ke Samudra Hindia

Tampilan citra satelit memperlihatkan sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang terbawa angin membentang ke arah Samudra Hindia, menjauhi daratan Sumatera dan Jawa.-- Foto ( Instagram resmi @taubatters ).

RADARTVNEWS.COM – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang saat ini berada pada Status Level III (Siaga) kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan rekaman pencitraan satelit terbaru, gunung api yang berada di Selat Sunda tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik pekat yang membentang hingga radius 15 kilometer.

​Kendati volume semburan abu tergolong tebal dan tinggi, pola pergerakan angin saat ini bertiup dominan ke arah barat daya menuju perairan Samudra Hindia. Pergerakan ini menguntungkan wilayah daratan karena material vulkanik berbahaya terbawa menjauh dari kawasan padat penduduk di pesisir barat Pulau Jawa maupun ujung selatan Pulau Sumatera.

​Berdasarkan laporan aktivitas dari Badan Geologi Kementerian ESDM periode pengamatan 7 September 2026 pukul 06.00–12.00 WIB, kegempaan Gunung Anak Krakatau tergolong masih tinggi. Dalam kurun waktu enam jam tersebut, terekam 17 kali gempa Low Frekuensi, 23 kali gempa Hybrid, 9 kali Tremor Harmonik, serta getaran Tremor Menerus yang menandakan adanya dinamika fluida dan pergerakan magma yang berkelanjutan.

​Guna mengantisipasi dampak abu vulkanik di udara, otoritas keselamatan penerbangan dan transportasi laut tetap meningkatkan pengawasan navigasi di kawasan Selat Sunda. Pemantauan rute kapal feri lintasan Merak–Bakauheni serta penerbangan di sekitar ruang udara Banten dan Lampung terus diperketat agar terhindar dari risiko sebaran abu yang dapat mengganggu mesin kendaraan.

​Seiring tingginya aktivitas kegempaan tersebut, Badan Geologi merilis rekomendasi agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang mendekati area Gunung Anak Krakatau. Seluruh aktivitas warga dilarang keras berada di dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif guna menghindari ancaman lontaran batu pijar dan gas beracun.

​Meskipun sebaran abu saat ini belum mengarah ke daratan, warga di sepanjang pesisir Lampung Selatan, Pesawaran, hingga Banten diminta untuk tidak lengah. Masyarakat diimbau untuk selalu menyiapkan masker pelindung pernapasan dan kacamata saat beraktivitas di luar ruangan, serta rutin membersihkan kendaraan maupun peralatan dari paparan abu secara berkala.

​Pemerintah daerah bersama instansi terkait mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu liar atau hoaks di media sosial. Setiap perkembangan informasi mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau dapat dipantau secara berkala melalui saluran resmi Badan Geologi, BMKG, dan MAGMA Indonesia. 

BACA JUGA: BMKG Ungkap Hasil Tes Abu Vulkanik di 4 Bandara Pascaerupsi Anak Krakatau

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: instagram @taubatters