Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Kampus, Unila dan ITERA Terapkan Kuliah Daring

Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Kampus, Unila dan ITERA Terapkan Kuliah Daring

kegiatan akademik dengan menerapkan pembelajaran daring untuk mengantisipasi paparan debu vulkanik.-Ilustrasi Dari Magnific-Magnific

RADARTVNEWS.COM –  Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai berdampak terhadap aktivitas perguruan tinggi di Lampung. Universitas Lampung (Unila) dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menyesuaikan kegiatan akademik sebagai langkah antisipasi terhadap paparan debu vulkanik sekaligus menjaga keselamatan sivitas akademika.

Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani menyampaikan bahwa kegiatan perkuliahan pada Senin-Selasa, 7-8 September 2026, dapat dilaksanakan secara daring dengan tetap memantau perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kebijakan tersebut disampaikan melalui pemberitahuan di akun media sosial resmi Unila. Penyesuaian dilakukan sehubungan dengan kondisi terkini erupsi GAK dan dampak debu vulkanik di lingkungan kampus.

Meski perkuliahan dapat dilakukan secara daring, para pimpinan Unila tetap diminta hadir di tempat kerja. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan layanan dan kegiatan pembelajaran tetap berjalan dengan baik.

Sementara itu, kehadiran tenaga kependidikan (tendik) dapat diatur secara bergiliran agar pelayanan di lingkungan kampus tetap berlangsung. Tenaga kebersihan dan keamanan juga tetap diminta menjalankan tugasnya.

Petugas kebersihan diminta melakukan pembersihan debu secara berkala untuk menjaga kebersihan lingkungan kampus. Pihak Unila juga menyampaikan bahwa surat resmi terkait kebijakan tersebut akan diterbitkan.

Berbeda dengan Unila yang memberikan opsi perkuliahan daring pada 7-8 September, ITERA menetapkan kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring mulai Senin, 7 September 2026 hingga kondisi membaik.

Kebijakan ITERA tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Kegiatan Akademik dan Layanan di Lingkungan Institut Teknologi Sumatera.

Dalam surat edaran itu disebutkan kegiatan akademik di lingkungan ITERA tetap berlangsung. Namun, kegiatan pembelajaran mulai 7 September 2026 dilaksanakan secara daring sampai kondisi dinyatakan membaik.

Sama seperti Unila, kehadiran tenaga kependidikan di ITERA dapat diatur secara bergiliran untuk memastikan pelayanan di lingkungan kampus tetap berjalan.(*) 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: lampung geh news (lampunggehnews)