RADARTVNEWS.COM — Gunung Ijen yang terletak di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur, dikenal bukan hanya karena keindahan pemandangannya, tetapi juga fenomena alam yang langka, yaitu api biru atau blue fire. Selain keunikan ini, Gunung Ijen menyimpan sejarah panjang dan memikat bagi para wisatawan yang berkunjung.
Gunung Ijen terbentuk dari sisa letusan dahsyat Gunung Purba Ijen sekitar 70.000 tahun lalu. Letusan itu menghasilkan kaldera besar dengan diameter kurang lebih 15 kilometer, yang kini menjadi Kawah Ijen — kawah asam terbesar di dunia dengan kedalaman sekitar 200 meter. Meski sudah lama, gunung ini masih aktif dan terakhir meletus pada tahun 1999. Api biru adalah pemandangan yang sangat langka dan hanya ada di dua lokasi di dunia, salah satunya adalah Kawah Ijen. Api ini terbentuk oleh gas hidrogen sulfida yang keluar dari celah bebatuan kawah pada suhu yang sangat tinggi. Saat gas ini bertemu dengan oksigen dan belerang di udara, terjadi pembakaran yang menghasilkan cahaya berwarna biru seperti api kompor gas. Meski indah, api biru memiliki suhu ekstrem yang dapat mencapai 600 derajat Celsius. Para wisatawan yang ingin melihat fenomena ini biasanya harus mendaki dini hari dan memakai perlengkapan pelindung agar terhindar dari gas beracun yang menyengat di sekitar kawah. BACA JUGA:Rekomendasi Gunung Selain sebagai tujuan wisata alam, Gunung Ijen juga terkenal dengan penambang belerang yang menanggung beban berat dengan upah minim. Aktivitas mereka menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dan menambah sisi sosial budaya dalam kawasan ini. Sejak tahun 2016, kawasan Gunung Ijen ditetapkan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO. Hal ini menandai pentingnya pelestarian alam dan budaya di kawasan tersebut, dengan upaya pengelolaan wisata dan konservasi agar keindahan serta keunikannya tetap terjaga untuk masa depan. Gunung Ijen bukan sekadar simbol keindahan alam, tetapi juga gambaran harmonisasi antara lingkungan dan kehidupan manusia. Fenomena api biru menjadi keajaiban yang layak disaksikan sekaligus dijaga kelestariannya. BACA JUGA:5 Gunung Paling Populer untuk Pendaki Pemula di IndonesiaMengenal Lebih Dekat Gunung Ijen: Keajaiban Api Biru dari Dalam Perut Bumi
Jumat 12-09-2025,18:28 WIB
Reporter : MG - Adelia Cindy
Editor : Jefri Ardi
Kategori :
Terkait
Sabtu 11-04-2026,14:08 WIB
Weekend Nggak Punya Rencana? Gunung Ratai Bisa Jadi Jawabannya!
Rabu 14-01-2026,15:29 WIB
FOMO Naik Gunung Makin Marak, Tren Alam Jadi Gaya Hidup Baru Anak Muda
Senin 12-01-2026,16:17 WIB
Pendakian Gunung di Lampung Semakin Populer, Ini Daftar Empat Gunung yang Ramai Didaki
Rabu 19-11-2025,11:16 WIB
Viral Fenomena Hujan Meteor Taurid yang Memukau Langit Indonesia
Minggu 19-10-2025,21:50 WIB
Mitos Atau Fakta?, Api Biru Kawah Ijen dan Danau Asam Terbesar Sebuah Spektrum Geologi Langka
Terpopuler
Rabu 22-04-2026,20:02 WIB
Aksi Hari Bumi Lampung Soroti Krisis Ekologi
Rabu 22-04-2026,14:17 WIB
Ini Cara Jepang Menghadapi Tsunami
Rabu 22-04-2026,13:00 WIB
Jangan Diabaikan! Ini Tanda Engine Mounting Mobil Sudah Lemah
Rabu 22-04-2026,16:00 WIB
Terlalu Lama di Depan Layar, Benarkah Kulit Jadi Lebih Kusam?
Rabu 22-04-2026,19:21 WIB
Fenomena AI Viral di Media Sosial, Konten Kreatif Instan Picu Pro dan Kontra di Kalangan Netizen
Terkini
Rabu 22-04-2026,20:59 WIB
Dari Isu Global ke Realita Lokal: Hari Bumi dan Wajah Krisis Lingkungan Hari Ini
Rabu 22-04-2026,20:02 WIB
Aksi Hari Bumi Lampung Soroti Krisis Ekologi
Rabu 22-04-2026,19:48 WIB
6 Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan, Tips Sederhana yang Viral dan Mudah Diterapkan
Rabu 22-04-2026,19:21 WIB
Fenomena AI Viral di Media Sosial, Konten Kreatif Instan Picu Pro dan Kontra di Kalangan Netizen
Rabu 22-04-2026,19:17 WIB