FOMO Naik Gunung Makin Marak, Tren Alam Jadi Gaya Hidup Baru Anak Muda

FOMO Naik Gunung Makin Marak, Tren Alam Jadi Gaya Hidup Baru Anak Muda

ilustrasi-foto: pinterest-

RADARTVNEWS.COM - Fenomena fear of missing out atau FOMO kini tak hanya terjadi dalam tren fashion dan teknologi, tetapi juga merambah aktivitas alam bebas. Salah satu yang paling terlihat adalah meningkatnya minat anak muda untuk mendaki gunung. Aktivitas yang dulunya identik dengan komunitas pencinta alam kini berubah menjadi tren populer, seiring maraknya konten pendakian yang viral di media sosial.

Unggahan foto puncak gunung, panorama awan, hingga momen matahari terbit kerap menjadi daya tarik tersendiri. Banyak orang merasa terdorong untuk ikut mendaki agar tidak tertinggal tren dan bisa merasakan pengalaman yang sama. Tak sedikit pendaki pemula yang mengaku memutuskan naik gunung setelah melihat unggahan teman atau influencer di media sosial.

Di satu sisi, tren ini membawa dampak positif. Meningkatnya jumlah pendaki turut menggerakkan perekonomian di sekitar kawasan gunung. Usaha penyewaan alat, jasa pemandu, hingga pelaku UMKM lokal ikut merasakan manfaat dari ramainya kunjungan. Selain itu, minat terhadap alam juga dinilai dapat meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya keindahan dan potensi wisata alam Indonesia.

Namun di balik tren tersebut, fenomena FOMO naik gunung juga memunculkan sejumlah kekhawatiran. Banyak pendaki yang belum memiliki persiapan fisik, mental, maupun pengetahuan dasar tentang pendakian. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, tersesat di jalur, hingga kelelahan ekstrem. Kurangnya pemahaman tentang keselamatan menjadi salah satu dampak dari pendakian yang dilakukan hanya karena ikut-ikutan.

BACA JUGA:Pendakian Gunung di Lampung Semakin Populer, Ini Daftar Empat Gunung yang Ramai Didaki

Selain faktor keselamatan, lonjakan jumlah pendaki juga berdampak pada kelestarian lingkungan. Masalah sampah, kerusakan jalur, hingga perilaku pendaki yang kurang mematuhi aturan menjadi tantangan yang sering muncul. Jika tidak diimbangi dengan kesadaran dan tanggung jawab, tren mendaki gunung justru dapat merugikan alam itu sendiri.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak menjadikan FOMO sebagai satu-satunya alasan mendaki gunung. Pendakian sebaiknya dilakukan dengan persiapan matang, mulai dari kondisi fisik, perlengkapan yang sesuai, hingga pemahaman tentang etika menjaga alam. Edukasi dan kesadaran menjadi kunci agar tren ini tetap membawa dampak positif.

Fenomena FOMO naik gunung menjadi cerminan kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk gaya hidup. Mendaki gunung bisa menjadi aktivitas yang bermanfaat dan berkesan, asalkan dilakukan dengan bijak, aman, dan penuh tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: