Mengapa Prabowo Diminta Kurangi Kunjungan Luar Negeri? Ini 5 Usulan Dino Patti Djalal

Mengapa Prabowo Diminta Kurangi Kunjungan Luar Negeri? Ini 5 Usulan Dino Patti Djalal

--Pinterest

RADARTVNEWS.COM – Usulan agar Presiden Prabowo Subianto mengurangi frekuensi kunjungan luar negeri menjadi perhatian publik. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyampaikan pandangannya melalui sebuah video yang diunggah di Instagram pribadinya pada akhir 30 Mei 2026.

Dalam video tersebut, Dino menyoroti intensitas lawatan luar negeri Presiden sejak awal masa pemerintahannya. Menurutnya, diplomasi internasional tetap penting dilakukan, tetapi perlu diimbangi dengan efisiensi serta perhatian terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat di dalam negeri.

Sorotan itu muncul di tengah padatnya agenda kunjungan luar negeri Prabowo sejak dilantik sebagai Presiden pada Oktober 2025. Sejumlah lawatan dilakukan untuk menghadiri forum internasional, pertemuan bilateral, hingga membahas kerja sama di bidang ekonomi, energi, investasi, dan pertahanan.

"Semenjak menjabat menjadi Presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri. Dan tidak heran kalau ada yang beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran," ujar Dino.

Dino menegaskan bahwa kritik tersebut bukan ditujukan untuk mengurangi peran Indonesia di panggung global. Sebaliknya, ia berharap diplomasi Indonesia tetap berjalan efektif sekaligus mendapat dukungan yang lebih luas dari masyarakat.

Berikut lima usulan kepada Presiden Prabowo:

1. Memanfaatkan teknologi komunikasi

Menurut Dino, komunikasi dengan pemimpin negara lain tidak selalu harus dilakukan melalui lawatan langsung, melainkan juga dapat memanfaatkan telepon dan konferensi video. 

2. Menggabungkan beberapa agenda dalam satu kunjungan

Dino menyarankan agar pertemuan bilateral dimaksimalkan saat menghadiri forum internasional sehingga beberapa agenda dapat diselesaikan dalam satu lawatan.

3. Menjelaskan manfaat kunjungan kepada publik

Pemerintah dinilai perlu lebih transparan mengenai tujuan dan hasil setiap kunjungan luar negeri agar masyarakat memahami manfaat yang diperoleh Indonesia.

4. Lebih banyak menerima tamu negara di Indonesia

Sebagai upaya meningkatkan efisiensi, Dino menyarankan agar Presiden lebih banyak menerima kunjungan pemimpin dunia di Tanah Air daripada melakukan perjalanan ke negara lain. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait