Blind Box lagi Lucu-Lucunya, tapi kok Banyak Gen Z jadi Kalap Belanja?
Blind Box --Pinterest
RADARTVNEWS.COM - Blind box sedang ada di mana-mana. Mulai dari rak toko mainan, konten TikTok, sampai meja kerja anak muda.
Karakter seperti Labubu hingga Sonny Angel sukses membuat banyak orang rela antre dan berburu seri langka. Sensasi membuka kotak misteri memang terasa seru. Kita tidak pernah tahu isi di dalamnya sampai kotak dibuka.
Bagi sebagian Gen Z, blind box bukan lagi sekadar mainan. Barang tersebut suda menjadi bagian dari gaya hidup dan identitas diri sebagian orang.
Konten unboxing di media sosial turut memperkuat tren ini. Mereka seolah disatukan oleh kesamaan dengan komunitas tertentu ketika sama-sama memiliki koleksi karakter yang sedang viral.
Permasalahan timbul, di balik tampilannya yang lucu dan estetik, blind box menyimpan sisi gelap yang sering tidak tersingkap.
Salah satu dampak paling terasa adalah munculnya perilaku konsumtif. Harga satu blind box memang terlihat tidak terlalu mahal. Namun, rasa penasaran untuk mendapatkan karakter tertentu membuat orang membeli berkali-kali.
Ketika yang didapat bukan karakter impian, muncul keinginan untuk mencoba lagi. Siklus ini terus berulang tanpa sadar.
Fenomena ini mirip dengan konsep “hadiah acak” yang memancing rasa penasaran. Sensasi menunggu isi kotak ternyata bisa memicu pelepasan dopamin, hormon yang berkaitan dengan rasa senang dan antusias.
Hal tersebutlah yang membuat banyak orang merasa ketagihan membeli blind box, bahkan saat sebenarnya tidak terlalu membutuhkan barang tersebut.
BACA JUGA: Self-Reward Culture: Healing atau Boros Terselubung?
Tidak sedikit juga yang mulai membeli blind box demi validasi sosial. Era yang kini dipenuhi oleh koleksi karakter langka sering dianggap keren dan estetik.
Konten unboxing dengan reaksi heboh juga membuat orang lain merasa tertinggal jika tidak ikut membeli. Akhirnya, tren ini berubah menjadi budaya fear of missing out atau FOMO.
Tanpa sadar, banyak anak muda mulai mengalokasikan uang untuk blind box dibanding kebutuhan lain yang lebih penting. Ada yang rela mengurangi tabungan, menunda kebutuhan pribadi, bahkan menggunakan uang darurat hanya demi melengkapi koleksi.
Padahal, kepuasan dari membeli blind box sering kali hanya bertahan sesaat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: