Efek Anomali Cuaca, Kota Bandar Lampung Dikepung Banjir

Efek Anomali Cuaca, Kota Bandar Lampung Dikepung Banjir

BANJIR : Salah satu lokasi terdampak banjir di Bandar Lampung, Natar dan sekitarnya.-rekam layar-

BANDARLAMPUNG, RADARTVNEWS.COM – Efek anomali cuaca telah menyebabkan Kota Bandar Lampung porak poranda. 

Anomali cuaca merujuk pada istilah penyimpangan kondisi cuaca aktual yang signifikan dari rata-rata normalnya, sering kali menyebabkan keanehan iklim. 

Fenomena ini terjadi akibat pemanasan global dan pergeseran musim. Sebagai contoh, Kota Bandarlampung terasa panas terik saat siang dan memasuki malam terjadi hujan deras saat musim kemarau (kemarau basah) atau kekeringan panjang.

Hujan deras disertai angin mulai terjadi lepas salat Magrib. Hujan dengan kerapatan tinggi dengan volume besar disertai petir, kilat dan angin kencang dirasakan di sejumlah wilayah di Kota Bandarlampung.

Besarnya limpahan air turun dari langit menyebabkan air cepat memenuhi aliran sungai seperti drainase, dan sungai.

Paling mencolok adalah pemandangan di simpang tiga RSUD Abdul Moeloek, yang mempertemukan Jalan Teuku Umar dan  Jalan Dr. A. Rifai.

Dalam sekejap, kawasan lampu merah ini sudah tergenang air. Hingga berita ini diturunkan, warga dibantu petugas mencoba mengalihkan kendaraan. 

Mobil dari arah Kedaton yang hendak menuju Tanjung Karang diminta putar balik. Pun begitu dari arah Tanjung Karang, terjadi stuck. Kendaraan tak berani melaju, karena di bagian depan merupakan daerah cekungan dengan kedalaman hingga satu meter lebih.

Di saat hujan agak reda, sejumlah mobil mencoba menerobos. Mereka bisa lolos. 

Namun sejumlah motor yang nekat, justru mengalami mati mesin. Di bantu warga, motor akhirnya didorong menuju lokasi aman.

Siaran Live Tik Tok 

Dari pantauan Radar TV melalui platform Tik-tok tampak warga menyampaikan reportase pandangan mata secara langsung. 

Dapat kami uraikan daerah terdampak banjir meliputi, kawasan Jalan Sawo 2 Kelurahan Gedong Air, tak jauh dari Perumahan Elit Lotus. Penyempitan aliran sungai telah menyebabkan banjir.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: