Ditinggal Sekolah, Charger HP di Atas Kasur Diduga Picu Kebakaran Rumah di Pringsewu

Ditinggal Sekolah, Charger HP di Atas Kasur Diduga Picu Kebakaran Rumah di Pringsewu

Rumah Asnah (65), warga Pekon Banyumas RT/RW 002/001, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu yang ludes terbakar api-Foto : Ist-

PRINGSEWU, RADARTVNEWS.COM - Asnah (65), warga Pekon Banyumas RT/RW 002/001, Kecamatan Banyumas, Kabupaten PRINGSEWU, hanya terpana saat menyaksikan rumah miliknya ludes dilalap “si jago merah”, Rabu, 4 Februari 2025 siang. 

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik dari alat pengisi daya telepon genggam yang ditinggal pemiliknya.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan dengan cepat menghanguskan satu unit rumah berukuran 8x9 meter beserta hampir seluruh isinya. 

Api baru berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian setelah dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Kapolsek Sukoharjo AKP Juniko, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik pada alat pengecas handphone.

“Sebelum kejadian, cucu korban, Haifa (9), sempat mengecas handphone di atas kasur di dalam kamar. Setelah itu, ia pergi untuk mengikuti kegiatan sekolah. Kondisi tersebut diduga menjadi pemicu awal kebakaran,” terang AKP Juniko.

BACA JUGA:Wilayah Terpanas di Dunia, Suhu-nya Mencapai 70.7 Derajat

BACA JUGA:Singapura Bikin Gak Semua Orang Bisa Berkunjung ke Negaranya?

Kebakaran pertama kali diketahui oleh cucu korban lainnya, Rafa (13), yang saat itu berada di dalam rumah. 

Rafa mencium bau asap menyengat, lalu bergegas memeriksa kamar belakang. Ia terkejut saat mendapati asap tebal disertai kobaran api yang sudah membesar.

“Dalam kondisi panik, Rafa langsung berlari keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan,” lanjutnya.

Teriakan tersebut terdengar oleh Gunadi, tetangga korban, yang kemudian bersama warga sekitar berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, banyaknya material mudah terbakar membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.

Kepala Pelaksana BPBD Pringsewu, Nang Abidin Hasan, mengatakan pihaknya segera menerjunkan personel setelah menerima laporan kejadian.

“Kami langsung mengerahkan personel dari Pos Damkar Sukoharjo dan kompleks Pemkab Pringsewu untuk melakukan pemadaman,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait