Selain Gula, Inilah Berbagai Faktor yang Bisa Menyebabkan Diabetes
ilustrasi-foto: Pinterest-
RADARTVNEWS.COM - Selama ini, diabetes sering dikaitkan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis. Banyak orang beranggapan bahwa gula adalah satu-satunya penyebab utama diabetes. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu. Diabetes, khususnya diabetes melitus tipe 2, merupakan penyakit metabolik yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pola hidup, kondisi tubuh, hingga faktor genetik.
Memahami faktor-faktor penyebab diabetes sangat penting agar masyarakat tidak hanya fokus menghindari gula, tetapi juga menerapkan gaya hidup sehat secara menyeluruh. Berikut beberapa faktor selain gula yang berperan besar dalam meningkatkan risiko diabetes.
1. Pola Makan Tidak Seimbang
Pola makan yang tinggi karbohidrat olahan, lemak jenuh, dan rendah serat menjadi salah satu pemicu utama diabetes. Makanan seperti nasi putih berlebihan, mie instan, roti putih, gorengan, serta makanan cepat saji dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah secara cepat. Jika dikonsumsi terus-menerus, kondisi ini dapat membuat tubuh menjadi resisten terhadap insulin.
Selain itu, kebiasaan makan dalam porsi besar dan tidak teratur juga memperburuk metabolisme tubuh, sehingga kadar gula darah menjadi sulit dikontrol.
2. Kurangnya Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik berperan penting dalam membantu tubuh menggunakan insulin secara efektif. Kurangnya olahraga atau kebiasaan duduk terlalu lama, seperti bekerja di depan komputer atau terlalu sering menonton televisi, membuat pembakaran kalori menjadi minim. Akibatnya, gula darah tidak digunakan secara optimal dan menumpuk di dalam tubuh. Olahraga teratur, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang, dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan risiko diabetes.
3. Kelebihan Berat Badan dan Obesitas
Kelebihan berat badan, terutama obesitas di area perut, sangat berkaitan dengan diabetes tipe 2. Lemak berlebih dapat mengganggu kerja insulin, sehingga sel-sel tubuh sulit menyerap glukosa dari darah. Kondisi ini menyebabkan kadar gula darah tetap tinggi meskipun tubuh telah memproduksi insulin. Semakin tinggi indeks massa tubuh (IMT) seseorang, semakin besar pula risiko terkena diabetes.
4. Faktor Keturunan atau Genetik
Riwayat diabetes dalam keluarga tidak bisa diabaikan. Seseorang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit yang sama. Faktor genetik memengaruhi cara tubuh memproduksi dan menggunakan insulin. Meski demikian, risiko ini tetap dapat ditekan dengan menerapkan pola hidup sehat sejak dini.
5. Stres Berkepanjangan
Stres yang berlangsung lama dapat memicu peningkatan hormon kortisol dalam tubuh. Hormon ini dapat meningkatkan kadar gula darah dan mengganggu keseimbangan metabolisme. Selain itu, stres sering membuat seseorang sulit mengontrol pola makan, kurang tidur, dan malas berolahraga, yang semuanya berkontribusi terhadap diabetes.BACA JUGA:Kebiasaan Merokok Sehabis Makan, Nikmat Sesaat, Risiko Berkepanjangan
6. Kurang Tidur
Kualitas dan durasi tidur yang buruk dapat memengaruhi hormon pengatur nafsu makan dan gula darah. Kurang tidur membuat tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin dan meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori. Jika terjadi terus-menerus, risiko diabetes pun meningkat.
7. Pertambahan Usia
Seiring bertambahnya usia, fungsi metabolisme tubuh cenderung menurun. Massa otot berkurang, sementara lemak tubuh meningkat, sehingga kerja insulin menjadi kurang efektif. Risiko diabetes biasanya meningkat pada usia di atas 40 tahun, terutama jika tidak dibarengi dengan gaya hidup aktif.
8. Kebiasaan Merokok
Merokok tidak hanya merusak paru-paru dan jantung, tetapi juga meningkatkan risiko diabetes. Zat berbahaya dalam rokok dapat menyebabkan resistensi insulin dan peradangan dalam tubuh. Perokok aktif diketahui memiliki risiko diabetes lebih tinggi dibandingkan non-perokok.
9. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Alkohol yang dikonsumsi secara berlebihan dapat mengganggu fungsi hati dalam mengatur kadar gula darah. Selain itu, minuman beralkohol umumnya tinggi kalori dan dapat menyebabkan kenaikan berat badan, yang pada akhirnya meningkatkan risiko diabetes.
10. Kondisi Medis Tertentu
Beberapa kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan sindrom ovarium polikistik (PCOS) juga berkaitan dengan meningkatnya risiko diabetes. Kondisi-kondisi ini sering kali berhubungan dengan resistensi insulin.
Diabetes bukanlah penyakit yang muncul hanya karena konsumsi gula semata. Penyakit ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, berat badan, stres, hingga faktor keturunan. Oleh karena itu, pencegahan diabetes harus dilakukan secara menyeluruh dengan menerapkan gaya hidup sehat, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengelola stres, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Dengan memahami faktor-faktor penyebab diabetes, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar dan mengambil langkah pencegahan sejak dini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
