Maraknya Tren Suntik Putih, Pakar Kesehatan Ingatkan Risiko Serius bagi Tubuh
ilustrasi-foto: pinterest-
RADARTVNEWS.COM - Tren suntik putih atau suntik pemutih kulit semakin marak di kalangan masyarakat, khususnya remaja dan perempuan muda yang ingin mendapatkan kulit cerah secara instan. Prosedur ini kerap dipromosikan melalui media sosial dengan klaim hasil cepat, aman, dan tanpa efek samping. Namun di balik popularitasnya, suntik putih menyimpan berbagai risiko kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele.
Suntik putih umumnya mengandung zat seperti glutathione, vitamin C dosis tinggi, serta beberapa bahan lain yang diklaim mampu mencerahkan kulit. Meski beberapa zat tersebut dikenal sebagai antioksidan, penggunaannya melalui suntikan tanpa pengawasan medis yang ketat dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh.
Para tenaga kesehatan menegaskan bahwa prosedur suntik putih yang dilakukan sembarangan berpotensi menyebabkan gangguan organ dalam, terutama hati dan ginjal. Organ-organ tersebut bekerja keras untuk menyaring zat asing yang masuk ke tubuh. Jika terlalu sering terpapar bahan kimia dosis tinggi, fungsi organ dapat menurun secara perlahan tanpa disadari.
Selain itu, risiko infeksi juga mengintai. Penggunaan jarum suntik yang tidak steril dapat menyebabkan penularan penyakit berbahaya seperti hepatitis dan infeksi bakteri. Dalam beberapa kasus, reaksi alergi berat juga dilaporkan terjadi setelah suntik putih, mulai dari ruam kulit, pembengkakan, hingga sesak napas yang membahayakan nyawa.
BACA JUGA:Pentingnya Minum Air Putih untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Sehari-hari
Tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tren ini juga dinilai memperkuat standar kecantikan yang tidak realistis. Obsesi terhadap kulit putih sering kali membuat seseorang mengabaikan kesehatan demi penampilan instan. Padahal, warna kulit alami setiap individu merupakan bagian dari identitas yang tidak perlu diubah secara ekstrem.
Badan kesehatan juga mengingatkan bahwa belum semua kandungan dalam suntik pemutih memiliki izin resmi dan uji keamanan jangka panjang. Beberapa produk bahkan beredar secara ilegal tanpa pengawasan, sehingga komposisinya tidak jelas dan berisiko tinggi bagi konsumen.
Sebagai alternatif yang lebih aman, para ahli menyarankan perawatan kulit alami seperti menjaga pola makan sehat, memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan tabir surya, serta menjalani gaya hidup seimbang. Perubahan ini memang tidak instan, tetapi jauh lebih aman dan berkelanjutan untuk kesehatan kulit.
Masyarakat diimbau untuk lebih kritis terhadap tren kecantikan yang menawarkan hasil cepat tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang. Kesehatan seharusnya menjadi prioritas utama dibandingkan keinginan untuk tampil putih dalam waktu singkat.
BACA JUGA:Manfaat Mandi Sebelum Subuh bagi Kesehatan Tubuh dan Kebugaran
Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya suntik putih, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih perawatan kecantikan dan tidak mudah tergiur oleh promosi yang belum tentu aman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
