BANNER HEADER DISWAY HD

Tradisi Tidur Siang Massal Khas Spanyol, Lebih dari Sekadar Mengantuk Siang Hari

Tradisi Tidur Siang Massal Khas Spanyol, Lebih dari Sekadar Mengantuk Siang Hari

ilustrasi-foto: Pinterest-

RADARTVNEWS.COM - Bagi masyarakat Spanyol, tidur siang bukan sekadar memejamkan mata sejenak setelah makan. Tradisi yang dikenal dengan sebutan siesta ini telah menjadi bagian penting dari budaya, membentuk ritme sosial, pola kerja, hingga cara hidup masyarakat Spanyol selama berabad-abad.

Di banyak wilayah, terutama kawasan Mediterania yang bercuaca panas, siesta pernah menjadi momen sakral dalam keseharian. Pada jam-jam tertentu, toko-toko tutup, kantor berhenti beroperasi, dan jalanan tampak lengang—seolah seluruh negeri mengambil jeda bersama.

Apa Itu Siesta?

Kata siesta berasal dari bahasa Latin hora sexta, yang berarti “jam keenam setelah matahari terbit”, atau sekitar tengah hari. Istilah ini merujuk pada waktu istirahat setelah makan siang yang biasanya dilakukan saat suhu udara berada di titik tertinggi.

Secara tradisional, siesta berlangsung dari sekitar pukul 14.00 hingga 17.00. Pada rentang waktu ini, masyarakat menghentikan aktivitas untuk makan, beristirahat, bahkan tidur singkat sebelum kembali beraktivitas di sore hingga malam hari.

Sejarah dan Alasan Munculnya Tradisi

Kemunculan siesta tidak lepas dari kondisi geografis dan sejarah Spanyol. Suhu udara yang sangat panas di siang hari membuat aktivitas fisik menjadi melelahkan dan tidak efisien. Karena itu, istirahat di tengah hari dianggap sebagai solusi logis dan praktis.BACA JUGA:Sinkhole Muncul di Sumbar, Apa Sebenarnya Fenomena Ini dan Seberapa Berbahaya?

Dalam masyarakat agraris tradisional, bekerja pada pagi dan sore hari jauh lebih produktif. Sementara itu, waktu siang dimanfaatkan untuk makan dan beristirahat. Pola ini kemudian membentuk ritme kerja dengan jeda panjang di tengah hari, terutama sebelum era industrialisasi.

Selain faktor budaya dan iklim, siesta juga memiliki dasar biologis. Setelah menyantap makan siang yang cukup berat, tubuh secara alami mengalihkan lebih banyak aliran darah ke sistem pencernaan. Kondisi ini memicu rasa kantuk—fenomena yang juga dikenal dalam kajian ilmiah.

Siesta di Era Modern

Meski siesta lekat dengan citra Spanyol di mata dunia, realitas saat ini menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Di kota-kota besar seperti Madrid dan Barcelona, banyak pekerja modern tidak lagi memiliki waktu atau kondisi yang memungkinkan untuk tidur siang.

Jam kerja kini cenderung berlangsung terus-menerus, dari pukul 9 pagi hingga 6 sore atau lebih, tanpa jeda panjang seperti dulu. Pergeseran ini dipengaruhi oleh tuntutan ekonomi global dan gaya hidup urban yang semakin cepat.

Berbagai survei menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat dewasa Spanyol tidak lagi melakukan siesta secara rutin, kecuali pada akhir pekan atau saat liburan.

Warisan Budaya yang Terus Berubah

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: