Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Lintas Agama, Pimpinan Parpol, dan Serikat Buruh di Istana Neg
Prabowo Undang Tokoh Ke Istana--ISTIMEWA
RADARTVNEWS.Com - Jakarta, Senin (1/9/2025) Presiden Prabowo Subianto menggelar silaturahmi besar bersama tokoh lintas agama, pimpinan partai politik, serikat buruh, serta perwakilan pemuda lintas iman di Istana Negara, Jakarta. Pertemuan ini berlangsung penuh keakraban, dialog terbuka, dan menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika sosial politik yang berkembang.
Sejak dilantik sebagai Presiden, Prabowo berulang kali menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional. Menurutnya, silaturahmi kali ini menjadi salah satu wujud nyata upaya merangkul berbagai elemen masyarakat. Bukan hanya tokoh agama, tetapi juga pimpinan partai politik, serikat pekerja, dan organisasi pemuda yang hadir, menandakan pendekatan inklusif dan partisipatif dalam kepemimpinan nasional.
Menurut keterangan resmi, agenda ini menjadi forum mendengarkan aspirasi secara langsung. Setiap tokoh yang hadir diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai situasi bangsa, mulai dari isu sosial-keagamaan, dinamika politik, hingga persoalan ekonomi rakyat, dimana kehadiran para tokoh agama melambangkan keterwakilan seluruh umat beragama di Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa Istana menjadi ruang bagi semua golongan untuk duduk bersama dan berdialog.
BACA JUGA:Kritik Masyarakat Minta Presiden Prabowo Perhatikan Korban Sipil Saat Kerusuhan
Selain tokoh agama, perwakilan serikat pekerja juga menyampaikan sejumlah isu strategis, termasuk perlindungan tenaga kerja, revisi regulasi ketenagakerjaan, hingga wacana reformasi pajak. Dari kalangan pemuda lintas iman, mereka menekankan pentingnya ruang kolaborasi lintas agama di akar rumput, terutama bagi generasi muda yang menjadi tulang punggung bangsa. Presiden menyambut baik aspirasi tersebut. Menurutnya, keadilan ekonomi dan keterlibatan anak muda dalam pembangunan adalah pilar penting untuk memastikan masa depan Indonesia yang lebih inklusif.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa silaturahmi seperti ini tidak boleh berhenti pada satu momen. Beliau ingin menjadikannya agenda rutin yang terus digelar secara berkala, agar komunikasi antara pemerintah dan masyarakat tetap terbuka. “Bangsa kita hanya bisa kuat jika kita mau duduk bersama, mendengar satu sama lain, dan saling menjaga,” tegas Presiden.
Beberapa pemuka agama dan tokoh masyarakat yang hadir memang mengapresiasi suasana pertemuan yang disebut hangat dan penuh kebersamaan. Namun, apresiasi itu lebih kepada sisi formalitas acara, bukan pada substansi. Bagi masyarakat luas, hasil pertemuan masih belum jelas dampaknya. Meski digelar meriah dan dihadiri banyak tokoh penting, agenda tersebut dinilai hanya bersifat seremonial dan tidak melahirkan solusi konkret atas persoalan bangsa yang mendesak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
