Organisasi Kampus Sepi Peminat, Apakah Era Berorganisasi Sudah Berakhir?
Ilustrasi--ISTIMEWA
RADARTVNEWS.COM - Dulu, organisasi mahasiswa (Ormawa) jadi primadona di kampus. Tempat berkumpul, berdebat, bikin acara, sampai melatih kepemimpinan. Tapi sekarang? Banyak ruang rapat yang kursinya kosong, program kerja jalan terseok-seok, dan rekrutmen anggota baru terasa semakin sepi.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Jawabannya tidak lepas dari maraknya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini dianggap lebih relevan, lebih bergengsi, bahkan lebih menguntungkan.
Lewat MBKM, mahasiswa bisa ikut pertukaran pelajar, magang di perusahaan besar, sampai terjun langsung mengabdi ke desa. Semua itu bisa dikonversi ke SKS. Singkatnya, mahasiswa bisa dapat pengalaman sekaligus nilai akademik.BACA JUGA:Lima Tips Penting untuk Mahasiswa Baru Memasuki Dunia Perkuliahan
Beda dengan Ormawa, yang sering dinilai “berat di rapat, minim hasil”. Banyak mahasiswa merasa energi mereka lebih baik dihabiskan untuk kegiatan yang jelas terlihat manfaatnya untuk karier.
Namun, apakah ini berarti Ormawa sudah tidak penting lagi? Tidak juga.
Justru, Ormawa masih punya kelebihan yang tidak bisa diberikan MBKM, melatih soft skills seperti kepemimpinan, manajemen waktu, kerja sama tim, hingga komunikasi. Semua itu adalah bekal berharga yang tak kalah penting dari sekadar sertifikat magang.
Masalahnya, Ormawa perlu berubah. Budaya feodal, rapat yang molor hingga tengah malam, hingga program kerja yang “itu-itu saja” membuat banyak mahasiswa enggan terlibat. Jika Ormawa ingin bangkit, mereka harus lebih modern, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa masa kini.
Beberapa kampus bahkan sudah mencoba solusi: keaktifan di Ormawa bisa dikonversi menjadi SKS. Cara ini terbukti lebih menarik minat mahasiswa, karena apa yang mereka lakukan mendapat pengakuan akademik sekaligus pengalaman berharga.BACA JUGA:Kesehatan Mental Mahasiswa: Tantangan yang Tak Boleh Diabaikan
Pada akhirnya, MBKM dan Ormawa bukanlah pesaing mutlak. Keduanya punya segmentasi sendiri. MBKM memang menawarkan pengalaman yang terukur, tapi Ormawa bisa jadi rumah besar bagi mahasiswa yang ingin belajar memimpin dan berjejaring.
Pertanyaannya, apakah Ormawa mampu bertransformasi? Atau akan benar-benar ditinggalkan generasi baru mahasiswa?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
