BANNER HEADER DISWAY HD

Berhenti Normalisasi Minum Es Teh Setelah Makan: Kenali Risiko dan Dampaknya Terhadap Kesehatan

Berhenti Normalisasi Minum Es Teh Setelah Makan: Kenali Risiko dan Dampaknya Terhadap Kesehatan

Es Teh-Foto : Ist-

RADARTVNEWS.COM - Minum es teh manis setelah makan memang sudah menjadi kebiasaan banyak orang Indonesia. Rasanya menyegarkan dan sering dianggap pelengkap sempurna setiap usai menyantap makanan. Namun, normalisasi kebiasaan ini justru berpotensi membahayakan kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Berikut alasan mengapa kita sebaiknya menghentikan kebiasaan ini:

1. Menghambat Penyerapan Nutrisi Penting

Teh mengandung zat tanin dan asam fitat yang dapat menghambat penyerapan zat besi, seng, dan magnesium dari makanan. Hal ini sangat berisiko menyebabkan anemia, terutama jika dilakukan dalam waktu lama, karena tubuh kekurangan zat besi untuk membentuk sel darah merah. Penelitian menunjukkan penyerapan zat besi bisa turun hingga 70% pada orang yang minum teh setelah makan, dibandingkan dengan mereka yang hanya minum air putih.

2. Mengganggu Proses Pencernaan

Minuman dingin seperti es teh dapat menyebabkan pembuluh darah pada sistem pencernaan menyempit , sehingga proses pengosongan lambung dan penyerapan nutrisi berjalan lebih lambat. Suhu dingin juga memperlambat kerja enzim dan dapat menyebabkan makanan tidak tercerna optimal, membuat perut kembung dan terasa tidak nyaman.

3. Pembekuan Lemak dan Risiko Penyakit Metabolik

Meminum minuman dingin sesaat setelah makan, terutama jika makanannya mengandung lemak, dapat menyebabkan lemak menjadi lebih padat dan sulit dicerna. Lemak tersebut cenderung menempel di dinding dan pembuluh darah, meningkatkan risiko pembentukan plak dan penyakit metabolik seperti kolesterol tinggi dan hipertensi usus.

4. Beban Tambahan untuk Tubuh

Tubuh perlu menggunakan energi ekstra untuk menghangatkan minuman dingin sebelum dapat dicerna. Energi yang seharusnya digunakan untuk mencerna makanan akhirnya “dialihkan”, sehingga proses penyerapan nutrisi menjadi tidak optimal dan tubuh jadi mudah lemas.

5. Tingginya Kandungan Gula dan Efeknya

Es teh manis umumnya mengandung gula cukup tinggi. Kebiasaan mengonsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung—apalagi jika saling tumpang tindih dengan efek negatif minuman dingin setelah makan.

BACA JUGA:Mengenal Anomali Es Teh Patipum, Karakter dan Dampaknya bagi Generasi Alpha

Kapan Waktu Terbaik Minum Es Teh?

Jika Anda tetap ingin menikmati es teh, disarankan memberikan jeda minimal 30 menit hingga 3-4 jam setelah makan . Hal ini memberi waktu bagi pencernaan untuk bekerja optimal sebelum masuknya zat-zat yang dapat mengganggu proses tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: