BANNER HEADER DISWAY HD

Beda Gangguan Bipolar dan Borderline Personality Disorder, Berikut Penjelasannya!

Beda Gangguan Bipolar dan Borderline Personality Disorder, Berikut Penjelasannya!

ilustrasi-FOTO : ist-

RADARTVNEWS.COM - Kebingungan antara gangguan bipolar dan gangguan perilaku borderline (BPD) sering terjadi karena perubahan suasana hati yang tidak stabil. Namun, keduanya adalah gangguan yang berbeda secara klinis dan membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Gangguan bipolar adalah gangguan suasana hati yang ditandai dengan episode mania dan depresi yang berlangsung selama periode waktu tertentu. Pada fase mania, penderita bisa merasa sangat bersemangat, berpikir cepat, dan mengalami penurunan kebutuhan tidur selama beberapa minggu atau bulan. Pada fase depresi, penderita mengalami perasaan sedih yang mendalam dan hilangnya minat terhadap aktivitas sehari-hari selama periode waktu yang sama. Pola ini memiliki siklus yang cukup jelas dan berulang.

Sementara itu, Borderline Personality Disorder (BPD) adalah gangguan kepribadian yang menyebabkan pengidapnya mengalami perubahan emosi yang tiba-tiba dan singkat, biasanya hanya dalam beberapa jam atau hari. Interaksi sosial, terutama rasa takut ditinggalkan dan konflik dalam hubungan interpersonal, juga sering memengaruhi emosi pengidap BPD, yang juga sering menunjukkan perilaku impulsif, seperti menyakiti diri sendiri.

Perbedaan utama antara kedua gangguan ini adalah bagaimana perubahan mood terjadi dan apa yang menyebabkannya. Sementara gangguan bipolar (BPD) mengalami perubahan suasana hati dengan cepat dan sangat reaktif terhadap keadaan dan hubungan sosial sehari-hari, gangguan bipolar (BPD) menunjukkan perubahan suasana hati yang episodik dan berlangsung lama.

Menurut literatur dari National Institute of Mental Health (NIMH) dan berbagai studi psikologi, pemahaman yang tepat atas perbedaan ini penting untuk menentukan penanganan yang efektif. Gangguan Bipolar biasanya diobati dengan terapi obat untuk menstabilkan suasana hati, sedangkan BPD lebih sering memerlukan psikoterapi intensif, seperti Dialectical Behavior Therapy (DBT), yang fokus pada pengelolaan emosi dan hubungan antarpribadi.

Karena tumpang tindih gejala seperti perubahan mood dan impulsivitas, kesalahan diagnosis bipolar dan BPD cukup umum. Akibatnya, sangat disarankan bagi setiap orang yang mengalami gejala tersebut untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan mental.

Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat dapat lebih bijak memberikan dukungan kepada mereka yang berjuang dengan kedua gangguan ini dan membantu mereka mendapatkan perawatan yang sesuai sehingga kualitas hidup bisa meningkat.

BACA JUGA:Menulis Jurnal: Teknik Sederhana untuk Meredakan Beban Pikiran dan Menjaga Kesehatan Mental

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: