BANNER HEADER DISWAY HD

Bijak Dikonsumsi, Ternyata Gula Solusi Cepat Pulihkan Energi Tubuh

Bijak Dikonsumsi, Ternyata Gula Solusi Cepat Pulihkan Energi Tubuh

--

RADARTVNEWS.COM - Gula sering kali menjadi pilihan utama ketika tubuh terasa lemas, lesu, atau kehilangan energi. 

Hal ini bukan tanpa alasan. Dalam ilmu biokimia, gula dikenal sebagai monosakarida seperti glukosa, fruktosa, dan galaktosa, yang semuanya bisa digunakan tubuh sebagai sumber energi utama.

Ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula, tubuh akan langsung memecahnya menjadi glukosa.

Glukosa inilah yang kemudian masuk ke aliran darah dan menjadi bahan bakar utama bagi otak serta sel-sel tubuh.

Proses pemecahan gula menjadi energi dikenal sebagai glikolisis, yang terjadi di dalam sel. Glikolisis memungkinkan tubuh menghasilkan energi dengan cepat, bahkan dalam kondisi oksigen terbatas. 

Energi ini sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas fisik maupun mental, seperti saat berolahraga, bekerja, atau belajar. Itulah sebabnya, banyak orang yang merasa lebih bersemangat dan fokus setelah mengonsumsi minuman atau makanan manis.

Namun, lonjakan energi yang diberikan gula biasanya bersifat sementara. Setelah kadar gula darah naik dengan cepat, tubuh akan merasakan “sugar rush” atau dorongan energi instan.

Namun, efek ini tidak bertahan lama dan sering diikuti oleh penurunan energi yang drastis, sehingga bisa membuat seseorang kembali merasa lelah.

Oleh karena itu, konsumsi gula sebagai sumber energi sebaiknya dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan.

Selain gula putih, ada pula alternatif seperti gula merah yang dianggap lebih sehat karena mengandung mineral dan antioksidan alami. 

Gula merah, misalnya, tidak hanya memberikan energi cepat tetapi juga mengandung zat besi, kalsium, dan potasium yang baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Kandungan serat dan antioksidan pada gula merah juga membantu menjaga keseimbangan gula darah dan meningkatkan imunitas.

Jadi, gula memang efektif untuk mengembalikan energi tubuh secara cepat, terutama saat dibutuhkan setelah aktivitas berat atau saat tubuh terasa lemas. 

Namun, konsumsi gula tetap harus dibatasi dan diseimbangkan dengan asupan nutrisi lain agar tidak menimbulkan risiko kesehatan seperti diabetes atau obesitas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: