BANNER HEADER DISWAY HD

Bulog Lampung Perketat Jalur Distribusi untuk Cegah Beras Oplosan SPHP

Bulog Lampung Perketat Jalur Distribusi untuk Cegah Beras Oplosan SPHP

Gudang Beras SPHP-Foto : Ist-

BANDAR LAMPUNG, RADARTVNEWS.COM – Bulog Kantor Wilayah Lampung mengambil langkah tegas dengan memperketat jalur distribusi program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna mencegah peredaran beras oplosan di wilayahnya. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kualitas beras serta memastikan distribusi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Kepala Bulog Lampung menyatakan bahwa saat ini penyaluran beras SPHP hanya dilakukan melalui jalur resmi, seperti toko binaan di pasar, Program Gerakan Pangan Murah, Koperasi Desa Merah Putih, dan kios binaan pemerintah daerah. Mereka bahkan telah menghapus jalur distributor di beberapa kantor Bulog kabupaten untuk meminimalisir praktik pengoplosan beras.

Selain itu, Bulog Lampung rutin melakukan pengujian sampel beras sebanyak dua sampai tiga kali sebulan untuk memastikan tidak ada percampuran beras premium dengan beras SPHP. Pengawasan juga melibatkan Satgas Pangan, TNI, Kepolisian, dan Kejaksaan, yang secara bersama-sama mengawasi penyaluran beras dan memberikan sanksi tegas terhadap pelaku pelanggaran.

BACA JUGA:Harga Pangan Melonjak Awal Pekan: Beras dan Bawang Putih Tembus Batas Acuan

Untuk membatasi potensi penimbunan dan penjualan gelap, Bulog menetapkan pembelian maksimal sebanyak dua kantong atau 10 kilogram per orang di setiap titik penyaluran. Informasi mengenai harga dan batas maksimal pembelian juga dipasang di berbagai toko dan pasar guna meningkatkan kesadaran masyarakat.

Dengan pengawasan yang diperketat ini, hingga kini Bulog Lampung melaporkan belum ditemukannya kasus beras oplosan di wilayahnya. Target penyaluran beras SPHP periode Juli hingga Desember 2025 sekitar 39.301 ton tengah berjalan dengan pengendalian ketat demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Lampung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: