Sejarah Singkat Catur masuk di Indonesia
Ilustrasi-foto : dok panitia lomba catur bupati cup pringsewu-
RADARTVNEWS.COM Catur diyakini telah masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan dan pengaruh budaya India serta Timur Tengah berabad-abad yang lalu. Bukti-bukti awal menunjukkan bahwa permainan ini sudah dikenal luas di kalangan bangsawan dan masyarakat umum pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Seiring waktu, Catur tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga alat untuk mengasah strategi dan pemikiran logis.
Pada masa kolonial Belanda, catur semakin terstruktur dengan berdirinya klub-klub catur dan penyelenggaraan turnamen-turnamen kecil. Namun, perkembangan pesat terjadi setelah kemerdekaan, terutama dengan didirikannya Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) pada tahun 1950. PERCASI berperan penting dalam mengorganisir dan mempromosikan catur di seluruh pelosok negeri, dari tingkat daerah hingga nasional.
Momen-Momen Penting dan Tokoh Catur Indonesia
Indonesia telah melahirkan banyak pecatur berbakat yang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Salah satu nama yang paling legendaris adalah Herman Suradiradja, yang menjadi Grandmaster (GM) pertama Indonesia pada tahun 1978. Keberhasilannya membuka jalan bagi pecatur-pecatur lain untuk meraih gelar bergengsi tersebut.
BACA JUGA:Jangan Panik! Begini Cara Mengontrol Emosi Saat Main Catur
Beberapa nama besar lain yang patut disebut antara lain:
Utut Adianto: Grandmaster catur Indonesia yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI. Ia dikenal dengan gaya bermainnya yang solid dan kemampuannya dalam membimbing pecatur muda.
Susanto Megaranto: Grandmaster termuda Indonesia saat meraih gelarnya pada usia 17 tahun.
Irene Kharisma Sukandar: Pecatur putri pertama Indonesia yang meraih gelar Grandmaster Wanita (WGM), sekaligus inspirasi bagi banyak pecatur putri di tanah air.
Indonesia juga telah sukses menyelenggarakan berbagai turnamen catur berskala internasional, menarik partisipasi pecatur-pecatur top dunia dan semakin mempopulerkan catur di mata masyarakat.
BACA JUGA:Simultan Catur: Ketika Satu Lawan Banyak, Siapa Takut?
Catur di Era Modern Antara Tradisi dan Digitalisasi
Di era digital saat ini, catur tidak hanya dimainkan secara tatap muka, tetapi juga merambah ke platform daring. Aplikasi dan situs web catur online memungkinkan siapa saja untuk bermain dengan lawan dari seluruh dunia, meningkatkan aksesibilitas dan minat terhadap olahraga ini. Fenomena ini juga terlihat dari semakin banyaknya kanal YouTube dan media sosial yang membahas catur, menarik perhatian generasi muda.
Meski demikian, catur di Indonesia tetap mempertahankan akar tradisionalnya. Kedai kopi dan perkumpulan catur lokal masih menjadi jantung komunitas, di mana para pecatur dari berbagai usia dan latar belakang berkumpul untuk bermain, belajar, dan berbagi pengalaman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
