Mengenal Avoidant Attachment yang Banyak Dialami Anak Muda, Ini Penjelasannya!

Mengenal Avoidant Attachment yang Banyak Dialami Anak Muda, Ini Penjelasannya!

Gambaran Wanita Avoidant Attachment--freepik

RADARTVNEWS.COM — Istilah avoidant belakangan ini sering muncul di sosial media. Banyak yang mengaku dirinya adalah seorang avoidant, banyak juga yang merasa pasangannya punya pola seperti ini. 

Tapi sebenarnya, avoidant attachment itu apa sih?

Beberapa orang merasa baik-baik saja saat sendiri. Namun ketika hubungan mulai terasa dekat dan serius, tiba-tiba muncul dorongan untuk menjauh.

 Rasanya sesak, tidak nyaman, bahkan ingin lari. Situasi seperti ini sering dikaitkan dengan pola keterikatan yang disebut avoidant attachment.

Avoidant attachment adalah pola hubungan yang terbentuk sejak kecil. Biasanya berakar dari pengalaman emosional bersama orang tua atau pengasuh.

 Tanpa sadar, pengalaman itu membentuk cara seseorang memahami kedekatan dan rasa aman.

Berikut beberapa faktor yang bisa memicu terbentuknya pola ini.

1. Pengalaman Menyakitkan di Masa Kecil

Anak yang tumbuh dalam situasi penuh tekanan, kekerasan, atau ketidakstabilan emosional cenderung belajar satu hal: jangan terlalu berharap pada orang lain. Demi melindungi diri, mereka memilih menutup perasaan.

2. Emosi Sering Dianggap Berlebihan

Ada anak yang dimarahi hanya karena menangis. Ada juga yang dianggap lemah saat menunjukkan kesedihan. Lama-lama, mereka belajar memendam semuanya. Kebiasaan itu terbawa hingga dewasa.

3. Kurangnya Sentuhan dan Kehangatan

Pelukan sederhana punya dampak besar bagi rasa aman anak. Jika kehangatan jarang diberikan, anak bisa tumbuh dengan perasaan bahwa kedekatan bukan sesuatu yang nyaman.

4. Orang Tua Tidak Responsif

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: