Waspada Gempa Megathrust, BMKG Tegaskan Bukan Ramalan tapi Potensi yang Harus Dimitigasi
BPBD Lampung Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Potensi Gempa Megathrust dan Tsunami"-Pinterest-
Pakar Kelautan BMKG turut mengingatkan masyarakat untuk bisa membedakan secara jernih antara istilah "potensi" dan "prediksi" agar tidak terjebak dalam kepanikan. Secara ilmiah, zona seperti segmen Mentawai dan Selat Sunda memang masuk kategori seismic gap yang secara teoritis dapat menghasilkan gempa berkekuatan di atas magnitudo 8,0 hingga melebihi 9,0, namun potensi ini harus direspons dengan kesiapsiagaan mitigasi, bukan dengan menyebarkan isu tak berdasar. BMKG pun mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia untuk tetap tenang, tidak panik, dan beraktivitas secara normal.
Kehebohan mengenai isu ini turut dipicu oleh video yang diunggah seorang warganet asal Kanada yang dikenal sebagai "ahli meteorologi amatir", yang menyebut gempa dahsyat berkekuatan M7,0-9,0 bakal menghantam Indonesia sebelum akhir tahun 2026, khususnya mengingatkan warga Jawa dan Jakarta untuk bersiap menghadapi gempa besar. Ramalan tersebut sontak memicu kehebohan warganet, meski tidak memiliki dasar ilmiah resmi dari lembaga kegempaan Indonesia.
Meski isu megathrust ramai dibicarakan, data BMKG menunjukkan aktivitas kegempaan di Indonesia masih berada dalam pola yang biasa terjadi. Pada 12 September 2026, tercatat gempa magnitudo 5,9 dengan pusat sangat dekat Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, namun berkedalaman 376 kilometer sehingga tergolong gempa dalam. Selain itu, gempa magnitudo 5,6 juga tercatat terjadi di sekitar Bayah, Banten, pada 14 September 2026.
Menyikapi potensi megathrust ini, para pakar dan BMKG kompak menegaskan bahwa yang terpenting bukanlah menebak kapan gempa besar akan terjadi, melainkan memastikan kesiapsiagaan masyarakat dan bangunan dalam menghadapi kemungkinan tersebut. Edukasi mitigasi bencana, penguatan struktur bangunan tahan gempa, hingga simulasi evakuasi tsunami menjadi langkah penting yang perlu terus digencarkan, terutama di wilayah-wilayah yang berada dekat zona seismic gap seperti Selat Sunda dan Mentawai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: cnbc indonesia