Negatif Virus EEHV, BKSDA Temukan Zat Tak Wajar di Bangkai Anak Gajah Jambi

Negatif Virus EEHV, BKSDA Temukan Zat Tak Wajar di Bangkai Anak Gajah Jambi

Ilustrasi anak gajah mati.--Pinterest

RADARTVNEWS.COM – Seekor anak gajah jantan sumatra (Elephas Maximus Sumatranus) berusia di bawah dua tahun ditemukan mati di dalam lubang di kawasan konsesi PT Lestari Asri Jaya (LAJ), Desa Muara Sekalo, Kabupaten Tebo, Jambi, pada akhir Agustus 2026.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi bersama Balai Pengakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Sumatera segera melakukan penyelidikan, tetapi belum dapat menyimpulkan penyebab kematian karena proses masih berlangsung.

Hasil uji laboratorium dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan sampel negatif dari virus EEHV (Elephant Endotheliotropic Herpesvirus) yang kerap menyerang anak gajah.

Namun, uji histopatologi awal dari Balai Besar Veteriner Bogor menemukan adanya zat asing yang tidak terdapat dalam makanan alami gajah, meski kandungannya belum diumumkan demi menjaga kerahasiaan penyidikan.

BKSDA Jambi saat ini masih menunggu hasil uji lanjutan dari Balai Veteriner Bukittinggi yang akan disandingkan dengan hasil dari Bogor untuk menentukan penyebab pasti kematian. 

Kepala BKSDA Jambi, Himawan Sasongko, menegaskan pihaknya belum dapat merinci jenis zat tersebut agar tidak menghilangkan barang bukti dalam proses penyelidikan.

BACA JUGA:Nasib Getir Satwa Langka Kalimantan di Tengah Kepungan Karhutla: Orangutan Kelaparan hingga Mati Mengenaskan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: cnn indonesia