Operasi Kanker Tak Selalu Harus Ekstrem, Strategi De-escalation Jadi Sorotan di Lampung
Dokumentasi Dinas Kesehatan Bandar Lampung-Dinas Kesehatan-Instagram
BANDAR LAMPUNG, RADARTVNEWS.COM — Penanganan kanker terus berkembang. Jika sebelumnya keberhasilan operasi kerap dikaitkan dengan seberapa luas tindakan yang dilakukan, perkembangan bedah onkologi kini juga membahas bagaimana tindakan dapat dibuat lebih tepat tanpa mengabaikan tujuan utama pengobatan.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PERABOI XXIX 2026 di Lampung yang mengangkat tema “Applicating De-escalation Strategies in Surgical Cancer and Novel Treatment”.
Forum ilmiah yang berlangsung pada 1–3 Oktober 2026 di Hotel Novotel Lampung ini mempertemukan ahli bedah onkologi, tenaga kesehatan, akademisi, serta berbagai pihak untuk membahas perkembangan terbaru dalam penanganan kanker.
Bukan Berarti Operasi Dikurangi untuk Semua Pasien
Istilah de-escalation dalam penanganan kanker tidak dapat diartikan sebagai operasi yang selalu dibuat lebih kecil atau pasien tidak perlu menjalani tindakan agresif.
Pendekatan tersebut lebih berkaitan dengan upaya menentukan tindakan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien, berdasarkan jenis kanker, karakteristik penyakit, stadium, serta bukti ilmiah yang tersedia.
Karena itu, tidak semua pasien kanker akan mendapatkan bentuk tindakan yang sama.
Forum PIT PERABOI XXIX secara khusus menempatkan konsep de-escalation surgery sebagai bagian dari perkembangan tata laksana kanker yang lebih efektif, minimal invasif, dan berorientasi pada kualitas hidup pasien.
BACA JUGA:Pemprov Lampung Imbau Warga Deteksi Dini Kanker
Dari Operasi hingga Precision Medicine
Pembahasan dalam forum tersebut tidak hanya berhenti pada teknik pembedahan.
Agenda ilmiah PIT PERABOI XXIX juga mencakup perkembangan precision medicine, penanganan kanker payudara, kanker tiroid, sarkoma, kanker kulit, hingga berbagai teknik operasi dan rekonstruksi.
Pada sesi Precision Medicine in Indonesia, misalnya, para peserta membahas pendekatan pengobatan yang disesuaikan dengan karakteristik pasien, termasuk topik “Precision Oncology: Tailoring Treatment to the Patient”.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pengobatan kanker semakin diarahkan pada keputusan klinis yang lebih individual. Pasien tidak semata-mata dilihat berdasarkan diagnosis, tetapi juga membutuhkan pertimbangan mengenai karakteristik penyakit dan pilihan terapi yang tersedia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: pit peraboi xxix 2026