Panic Attack: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Serangan Panik yang Datang Secara Tiba-Tiba
Panic Attack: Gejala dan Cara Mengatasi Serangan Panik yang Datang Tiba-Tiba-Ilustrasi Kesehatan Mental-WHO, Kementerian Kesehatan RI
RADARTVNEWS.COM - Panic attack atau serangan panik merupakan kondisi yang ditandai dengan munculnya rasa takut atau cemas yang sangat intens secara tiba-tiba, tanpa adanya ancaman nyata. Kondisi ini sering kali membuat penderitanya merasa kehilangan kendali, bahkan mengira sedang mengalami serangan jantung atau kondisi medis serius lainnya.
Gejala Panic attack dapat muncul dalam hitungan menit dan biasanya mencapai puncaknya dalam waktu singkat. Beberapa gejala yang umum dialami antara lain jantung berdebar kencang, sesak napas, pusing, berkeringat berlebihan, gemetar, mual, serta perasaan terlepas dari realitas (derealization). Tidak sedikit juga penderita yang merasa takut akan kematian atau kehilangan kendali atas diri sendiri.
Penyebab Panic attack bisa beragam, mulai dari faktor biologis, psikologis, hingga lingkungan. Stres berat, trauma masa lalu, tekanan pekerjaan, serta gangguan kecemasan menjadi pemicu yang paling sering ditemukan. Selain itu, ketidakseimbangan zat kimia di otak juga diyakini berperan dalam terjadinya serangan panik.
Panic attack dapat terjadi sekali atau berulang. Jika terjadi berulang dan menimbulkan ketakutan akan serangan berikutnya, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan panik (panic disorder). Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini.
Untuk mengatasi Panic attack, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Teknik pernapasan dalam menjadi cara paling sederhana dan efektif untuk menenangkan tubuh. Selain itu, mencoba fokus pada lingkungan sekitar, seperti menyebutkan benda yang terlihat, juga dapat membantu mengurangi kepanikan. Terapi psikologis seperti cognitive behavioral therapy (CBT) terbukti efektif dalam membantu penderita mengelola kecemasan. Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan untuk membantu mengontrol gejala.
Pencegahan Panic attack dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan mental secara menyeluruh. Mengelola Stres, berolahraga secara rutin, tidur cukup, serta menghindari konsumsi kafein dan alkohol berlebihan dapat membantu mengurangi risiko terjadinya serangan panik.
Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental sangat penting agar penderita Panic attack tidak merasa sendiri. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar juga menjadi faktor penting dalam proses pemulihan. Jika gejala semakin sering terjadi dan mengganggu aktivitas sehari-hari, disarankan untuk segera mencari bantuan profesional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: who