radartvnews.com- Seperti biasa pascalibur akhir tahun warga kota antre di Polresta Bandar Lampung untuk membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK ) sebagai salah satu syarat permohonan lamaran kerja. Kali ini ada yang berbeda, pada proses sidik jari petugas menggunakan alat modern bernama mambis atau mobile automated multi- biometric identification system dengan sistem online. Danang salah satu warga yang membuat SKCK di Polresta Bandar Lampung mengatakan, proses sidik jari yang menggunakan alat ini lebih mudah dalam pelayanannya dan cepat terlebih saat ini mulai digunakan system online. “saya baru buat skck, dengan menggunakan metode ini lebih mudah,” kata Danang. Kepala Satuan Reserse Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, penerapan system online ini bertujuan untuk mempermudah pihak kepolisian dalam mengidentifikasi para korban dan pelaku tindak kejahatan. “system online ini juga dapat digunakan polisi sebagai bahan penyelidikan suatu perkara dengan mengidentifikasi melalui sidik jari menggunakan alat bernama mambis,” kata Harto. Dari penelusuran radar lampung tv harga alat ini berkisar antara Rp 120 juta hingga Rp 130 juta. Aplikasi biometric berbentuk mirip papan pemindai kartu kredit digunakan dalam perangkat khusus dapat memindai iris selaput pelangi dan scan sidik jari. Hanya dengan memindai retina mata dan sidik jari, jati diri korban kejahatan pembunuhan atau pelaku kejahatan tanpa identitas bisa diketahui dengan cepat. Petugas identifikasi cukup menyorot retina atau menempelkan ibu jari ke papan sensor mambis. Pemindaian retina mata hanya bisa dilakukan jika jaringan matanya belum rusak (untuk memindai retina mayat harus tidak lebih dari empat jam setelah kematian) ditentukan oleh hasil rekam sidik jari dan retina program e-ktp, jika pada saat perekaman sidik jari dan retina e-ktp tidak sempurna akan memberikan beberapa kemungkinan identitas. Hanya dapat memproses pemindaian seseorang yang telah terdokumentasi di data base e-ktp Kemendagri. Diketahui tekhnologi mambis buatan amerika serikat ini pernah dipakai Tim Inafis Mabes Polri dan Polda Bali pada 2015 silam untuk mengungkap pembunuhan bocah angeline.(ren/san)
Mambis, Tekhnologi Mahal Tapi Lemah
Rabu 03-01-2018,19:04 WIB
Reporter : redaksirltv
Editor : redaksirltv
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 31-10-2026,00:10 WIB
Willie Salim Minta Maaf Usai Hadiri Deklarasi Sumpah Pemuda, Tegaskan Tak Terima Bayaran
Jumat 30-10-2026,19:20 WIB
Lebih dari Sekadar Film, ‘Laut Bercerita’ Mengajak Penonton Mengingat Sejarah yang Belum Tuntas
Jumat 30-10-2026,19:07 WIB
Helikopter Militer Italia Jatuh di Bosnia, 4 Personel Tewas dan 11 Terluka
Jumat 30-10-2026,19:29 WIB
Bukan Sekadar Mengenang Sejarah, Zainal Arifin Mochtar Ajak Penonton Jadikan ‘Laut Bercerita’ Bahan Refleksi
Jumat 30-10-2026,19:13 WIB
Cupcake Pumpkin Cinnamon, Camilan Manis Berhias Labu yang Gemas untuk Halloween
Terkini
Sabtu 31-10-2026,12:21 WIB
Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an di Sukoharjo Tuai Kontroversi, 12 Santriwati Sempat Diamankan
Sabtu 31-10-2026,00:10 WIB
Willie Salim Minta Maaf Usai Hadiri Deklarasi Sumpah Pemuda, Tegaskan Tak Terima Bayaran
Jumat 30-10-2026,23:27 WIB
Ginum Pengasih Dayak Bulusu, Tradisi Menyambut Tamu dengan Minuman dan Mantra Adat
Jumat 30-10-2026,22:12 WIB
300 Ribu Perangkat Interaktif Masuk Sekolah, Kesiapan Guru Jadi Penentu Kualitas Pembelajaran
Jumat 30-10-2026,21:57 WIB