Bawang putih turut diteliti dalam kaitannya dengan gula darah. NCCIH menyebut suplemen bawang putih mungkin memberikan penurunan kecil pada kadar gula darah pada orang dengan diabetes. Meski demikian, manfaat ini tetap tidak menjadikan bawang putih sebagai pengganti pengobatan.
“Bawang putih memiliki potensi manfaat menurunkan tekanan darah, kolesterol, gula, dan lipid,” tulis Kementerian Kesehatan dalam materi edukasinya.
Kata “potensi” menjadi penting. Manfaat bawang putih bukan berarti satu bahan makanan dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Hasil penelitian dapat berbeda tergantung bentuk bawang putih yang digunakan, jumlah konsumsi, kondisi kesehatan, dan apakah bawang putih dikonsumsi sebagai makanan atau suplemen.
Mudah Ditemukan di Dapur Indonesia, Bisa Diolah Jadi Lezat
Bagi masyarakat Indonesia, bawang putih bukan bahan yang sulit ditemukan atau harus dikonsumsi dengan cara khusus. Kehadirannya sudah melekat dalam berbagai hidangan rumahan.
Bawang putih menjadi bagian dari bumbu nasi goreng, tumisan, sup, mie, ayam, ikan, hingga berbagai jenis sambal. Karena itu, manfaat potensialnya dapat dinikmati dengan cara yang lebih sederhana, yakni menjadikannya bagian dari menu makanan sehari-hari.
Bagi yang ingin mencoba olahan yang berbeda, bawang putih juga dapat dibuat menjadi garlic butter. Bawang putih cincang ditumis bersama mentega kemudian digunakan sebagai olesan roti, kentang, jagung panggang atau pelengkap makanan lainnya.