Nori Jadi Camilan Diet, Benarkah Bisa Membantu Menjaga Berat Badan?

Nori Jadi Camilan Diet, Benarkah Bisa Membantu Menjaga Berat Badan?

Nori rendah garam, camilan ringan untuk diet.-generated image -Chat GPT

BANDAR LAMPUNG, RADARTVNEWS.COM — Nori atau lembaran rumput laut kering kini tak hanya dikenal sebagai pelengkap sushi. Camilan tipis dengan rasa gurih ini juga semakin sering dipilih sebagai teman ngemil, termasuk oleh orang yang sedang berusaha mengatur pola makan.

Ukurannya yang ringan dan rasanya yang gurih membuat nori terlihat seperti pilihan camilan yang lebih sederhana dibandingkan keripik atau makanan ringan lainnya.

Namun, apakah nori benar-benar bisa membantu menjaga berat badan?

Jawabannya tidak sesederhana “makan nori bikin kurus”. Nori dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih terkontrol, tetapi tetap perlu memperhatikan jenis produk, jumlah konsumsi dan bahan tambahan yang digunakan.

Mengapa Nori Sering Masuk Menu Diet?

Salah satu alasan nori menarik bagi orang yang sedang mengatur berat badan adalah porsinya yang kecil dan karakteristiknya sebagai makanan berbahan dasar rumput laut.

Rumput laut mengandung sejumlah komponen seperti serat dan berbagai senyawa bioaktif. Beberapa jenis rumput laut juga mengandung mineral, termasuk yodium.

Data USDA dan FDA mengenai kandungan yodium makanan mencatat nori kering sebagai salah satu sumber yodium, meskipun jumlahnya dapat berbeda tergantung jenis dan produk yang dikonsumsi. 

Karena itu, nori bukan hanya soal jumlah kalorinya, tetapi juga kandungan zat gizi yang ada di dalamnya.

BACA JUGA:Beras Merah untuk Diet, Efektif Bikin Kenyang Lebih Lama atau Sekadar Mitos?

Benarkah Rumput Laut Bisa Membantu Menjaga Berat Badan?

Sejumlah penelitian memang mulai melihat hubungan konsumsi rumput laut dengan berat badan dan indikator metabolik.

Sebuah systematic review dan meta-analysis yang diterbitkan dalam Nutrition Reviews pada 2025 menganalisis 11 penelitian intervensi pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

Hasil analisis menemukan adanya pengaruh yang mendukung kelompok intervensi terhadap indeks massa tubuh (BMI) dan persentase massa lemak. Namun, efek tersebut terutama terlihat pada penelitian yang menggunakan rumput laut cokelat yang telah dimurnikan atau diekstrak, dengan pemberian selama setidaknya delapan minggu. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: usda/fda