Ada pula roasted garlic. Bawang putih dipanggang hingga teksturnya lembut dan rasanya menjadi lebih manis sehingga dapat digunakan sebagai campuran saus atau olesan roti.
Untuk pencinta rasa pedas, garlic chili oil bisa menjadi pilihan. Campuran bawang putih dan cabai ini dapat digunakan sebagai pelengkap mie, nasi, ayam maupun dimsum. Sementara garlic bread menawarkan cara sederhana untuk menikmati aroma bawang putih dalam sajian yang lebih familiar.
Menariknya, bawang putih juga memiliki posisi penting dalam konsumsi pangan Indonesia. Kementerian Pertanian memasukkan bawang putih sebagai salah satu komoditas pangan strategis. Dalam proyeksi neraca 2025, produksi bawang putih dalam negeri diperkirakan sekitar 55.660 ton atau 7,75 persen dari total ketersediaan nasional, sementara impor diproyeksikan mencapai sekitar 621.157 ton atau 86,45 persen.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa bahan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia ini juga memiliki persoalan lain di tingkat nasional, yakni tingginya ketergantungan terhadap pasokan impor.
Karena itu, bawang putih memiliki cerita yang cukup panjang: hadir sebagai bumbu di dapur rumah, menjadi bagian dari berbagai makanan sehari-hari, sekaligus menjadi komoditas yang memiliki peran dalam sistem pangan nasional.
Tetap Konsumsi Secukupnya, Bukan Pengganti Obat
Meski memiliki sejumlah manfaat potensial, bawang putih tetap perlu dikonsumsi secara bijak. Masyarakat tidak perlu menganggap semakin banyak bawang putih yang dikonsumsi maka semakin besar pula manfaatnya.