Sering Ada di Dapur, Ini Manfaat Bawang Putih bagi Kesehatan yang Perlu Diketahui
Aneka Olahan Bawang Putih-generated image -Chat GPT
Bandar Lampung RADARTVNEWS.COM– Beberapa siung bawang putih mungkin terlihat sederhana di dapur, tetapi bahan yang hampir setiap hari digunakan dalam masakan Indonesia ini menyimpan kandungan yang membuatnya menarik dari sisi kesehatan. Dicincang untuk nasi goreng, ditumis bersama sayuran, dihaluskan menjadi bumbu, hingga menjadi pelengkap sambal, bawang putih tidak hanya memberikan aroma dan rasa. Di dalamnya terdapat senyawa bioaktif, termasuk allicin, yang telah banyak diteliti karena potensinya terhadap tekanan darah, kolesterol, gula darah, serta aktivitas antioksidan dan antimikroba.
Kementerian Kesehatan RI menyebut bawang putih atau Allium sativum memiliki sejumlah senyawa aktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan. Salah satu yang paling dikenal adalah allicin, senyawa yang terbentuk ketika bawang putih dihancurkan atau diiris. Penelitian mengenai bawang putih juga terus berkembang, terutama dalam kaitannya dengan kesehatan jantung dan metabolisme.
Bawang Putih dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Salah satu manfaat bawang putih yang banyak diteliti adalah kaitannya dengan tekanan darah. Kementerian Kesehatan mencatat sejumlah penelitian yang menunjukkan bawang putih berpotensi membantu menurunkan tekanan darah pada orang dengan hipertensi.
Dalam kajian yang dirangkum Kemenkes, meta-analisis terhadap 12 penelitian dengan total 533 pasien hipertensi melaporkan suplementasi bawang putih berkaitan dengan penurunan tekanan darah sistolik rata-rata 8,3 ± 1,9 mmHg dan tekanan darah diastolik 5,5 ± 1,9 mmHg. Namun, hasil tersebut berasal dari penelitian mengenai suplementasi bawang putih sehingga tidak dapat langsung dianggap sama dengan efek beberapa siung bawang putih yang digunakan sebagai bumbu masakan sehari-hari.
Bawang putih juga dikaitkan dengan kadar kolesterol. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) di bawah National Institutes of Health Amerika Serikat menyebut suplemen bawang putih mungkin memberikan penurunan kecil pada kadar kolesterol total dan LDL, terutama pada orang yang memiliki kolesterol tinggi.
Selain itu, bawang putih memiliki senyawa dengan aktivitas antioksidan dan antimikroba. Aktivitas tersebut menjadi salah satu alasan mengapa bawang putih telah lama menarik perhatian dalam penelitian. Kementerian Kesehatan juga mencatat potensi bawang putih dalam kaitannya dengan metabolisme dan peradangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: jdih kementerian kesehatan ri