Bukan Cuma Gemas, Ini yang Terjadi pada Otak Saat Kamu Mengelus Kucing

Sabtu 25-07-2026,16:56 WIB
Reporter : MG - Fira Febrianita
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM - Pernahkah kamu merasa stres berlebih setelah seharian beraktivitas, lalu seketika merasa lebih tenang hanya karena berjongkok dan mengelus seekor kucing di pinggir jalan? Atau mungkin, keteganganmu menguap begitu saja saat kucing peliharaan di rumah menyandarkan kepalanya ke tanganmu?

Fenomena ini bukan sekadar perasaanmu saja. Di balik rasa gemas yang muncul, ada proses kimiawi tak terlihat yang sedang terjadi di dalam otakmu.

Suntikan Oksitosin dan Penurunan Hormon Stres

Saat jemarimu mulai menyusuri bulu halus kucing, otak secara otomatis merespons sentuhan fisik tersebut. Sistem saraf akan mengirimkan sinyal untuk melepaskan oksitosin—hormon yang sering disebut sebagai "hormon kasih sayang" atau hormon kebahagiaan.

Oksitosin bekerja menurunkan tingkat kecemasan, menciptakan rasa aman, dan mempererat ikatan emosional. Di saat yang bersamaan, kadar *kortisol* (hormon pemicu stres) di dalam darah akan merosot tajam. Hasilnya? Detak jantung yang tadinya berdegup kencang akibat tekanan harian perlahan stabil, dan pikiran terasa lebih rileks.

Rahasia Getaran Dengkuran (Purring)

Tidak berhenti pada sentuhan visual dan taktil, suara dengkuran halus yang dikeluarkan kucing saat merasa nyaman juga menyimpan rahasia ilmiah.

Kucing biasanya mendengkur pada frekuensi 20 hingga 140 Hertz. Dalam dunia medis, gelombang frekuensi rendah ini diketahui memiliki efek terapeutik pada tubuh manusia. Getaran ini sanggup merangsang produksi hormon serotonin di otak—zat kimia yang mengatur suasana hati (mood) agar tetap stabil dan bahagia.

Mindfulness Instan di Tengah Hiruk-Pikuk

Mengelus kucing selama 5 menit juga memaksa otak untuk melakukan mindfulness—sebuah kondisi di mana pikiran kita hadir sepenuhnya di momen saat ini.

Dunia digital dan tumpukan tugas sering kali memaksa otak bekerja secara multitasking, memikirkan hal yang lalu atau meremaskan masa depan. Namun, saat berinteraksi dengan kucing, fokus otak secara alami terdistraksi dari segala beban pikiran. Kamu diajak untuk menikmati detik demi detik keheningan kecil itu.

Bekerja Dua Arah

Uniknya, "terapi gratis" ini tidak bertepuk sebelah tangan. Proses kimiawi di atas tidak hanya terjadi pada otak manusia, tetapi juga pada kucing. Usapan lembut di kepala atau punggung membuat sistem saraf kucing merasa aman dan terlindungi dari ancaman bahaya lingkungan sekitarnya.

Jadi, kalau sore ini kamu merasa lelah luar biasa, jangan terburu-buru mengurung diri dengan ponsel. Cobalah luangkan waktu lima menit untuk menyapa anabul di sekitarmu. Otakmu akan berterima kasih untuk dosis ketenangan gratis tersebut.

Kategori :