Kenapa Gunung Api Bisa Kembali Aktif? Ini Penyebabnya

Kenapa Gunung Api Bisa Kembali Aktif? Ini Penyebabnya

--

RADARLAMPUNG.COM – Aktivitas gunung api kembali menjadi perhatian masyarakat setelah gunung Anak Krakatau mengalami erupsi berulang dalam beberapa hari terakhir. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut aktivitas Anak Krakatau mulai meningkat sejak Juli 2026 dan mencapai aktivitas tinggi pada 5 September 2026.

Kondisi tersebut membuat banyak masyarakat bertanya-tanya, mengapa sebuah gunung api bisa kembali aktif setelah sebelumnya terlihat tenang?

Secara geologi, gunung api tidak benar-benar "mati" hanya karena tidak sedang mengalami erupsi. Aktivitas di dalam tubuh gunung tetap dapat berlangsung, termasuk pergerakan magma, tekanan gas, serta perubahan kondisi di dapur magma.

1. Pergerakan Magma dari Dalam Bumi

Salah satu penyebab utama meningkatnya aktivitas gunung api adalah pergerakan magma menuju permukaan. Magma merupakan batuan cair bersuhu sangat tinggi yang berada di bawah permukaan bumi. Ketika magma bergerak naik dan berkumpul di bagian yang lebih dangkal, tekanan di dalam sistem gunung api dapat meningkat.

Pergerakan material magma dari kedalaman dangkal juga dapat memicu perubahan aktivitas kegempaan dan pada kondisi tertentu berujung pada erupsi.

2. Tekanan Gas Vulkanik Meningkat

Magma tidak hanya terdiri dari batuan cair. Di dalamnya terdapat berbagai gas vulkanik yang dapat memberikan tekanan.Ketika magma bergerak semakin dekat ke permukaan, tekanan lingkungan berkurang sehingga gas yang terlarut di dalam magma dapat mengembang.

Jika tekanan tersebut semakin besar dan menemukan jalur menuju permukaan, gas bersama material vulkanik dapat keluar melalui kawah dalam bentuk erupsi.

3. Aktivitas Lempeng Tektonik

Indonesia berada di kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi. Pertemuan dan pergerakan lempeng tektonik menjadi salah satu faktor penting yang berkaitan dengan terbentuknya banyak gunung api di Indonesia.Pergerakan lempeng dapat memicu proses yang menghasilkan magma di bawah permukaan. Karena itu, Indonesia memiliki banyak gunung api aktif dan membutuhkan pemantauan secara terus-menerus.

Badan Geologi mencatat Indonesia memiliki 127 gunung api aktif, sehingga aktivitas vulkanik menjadi salah satu fenomena geologi yang harus terus dipantau.

4. Terjadi Penumpukan Tekanan di Dalam Gunung

Gunung api dapat mengalami perubahan ketika terjadi akumulasi tekanan di dalam tubuh gunung. Salah satu tanda yang dapat diamati melalui pemantauan instrumental adalah perubahan kegempaan dan deformasi atau perubahan bentuk tubuh gunung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: