RADARTVNEWS.COM - Istilah anxious attachment belakangan ramai diperbincangkan di media sosial, terutama di kalangan generasi muda. Banyak yang mengaitkannya dengan kebiasaan overthinking dalam hubungan, seperti cemas saat pesan tak segera dibalas atau takut pasangan berubah sikap.
Dalam kajian Attachment Theory yang diperkenalkan oleh John Bowlby, anxious attachment merupakan salah satu bentuk keterikatan tidak aman. Individu dengan pola ini cenderung memiliki kebutuhan tinggi akan kedekatan emosional, namun di sisi lain juga dihantui rasa takut ditolak atau ditinggalkan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan pola ini lebih sensitif terhadap perubahan kecil dalam hubungan dan membutuhkan kepastian secara terus-menerus. Kondisi tersebut kerap membuat mereka mudah merasa cemas, bahkan ketika tidak ada masalah yang jelas. Para ahli menyebut pola ini umumnya terbentuk sejak masa kecil, terutama akibat pola asuh yang tidak konsisten—di mana kebutuhan emosional anak tidak selalu terpenuhi secara stabil. Selain itu, pengalaman hubungan di masa dewasa seperti penolakan atau komunikasi yang tidak jelas juga dapat memperkuat kecenderungan tersebut. Meski demikian, anxious attachment bukanlah gangguan mental, melainkan pola perilaku dalam relasi yang masih dapat berubah. Dengan kesadaran diri dan pengalaman hubungan yang lebih sehat, seseorang dapat membangun rasa aman yang lebih stabil dalam menjalin kedekatan emosional. Fenomena ini dinilai semakin relevan di era digital, ketika komunikasi berbasis pesan singkat sering memicu salah tafsir dan kecemasan berlebih. Popularitas istilah ini di media sosial pun mendorong banyak orang untuk lebih mengenali kondisi emosional mereka, meski para ahli mengingatkan agar tidak mudah memberi label tanpa pemahaman yang utuh.Anxious Attachment Ramai Dibahas, Pola Keterikatan yang Picu Kecemasan dalam Hubungan
Selasa 21-07-2026,19:41 WIB
Reporter : MG - Nindi Sifra Elyana
Editor : Jefri Ardi
Tags : #kesehatan mental
#gen z relationship
#gaya keterikatan
#attachment theory
#anxious attachment
Kategori :
Terkait
Jumat 24-07-2026,20:28 WIB
Kenapa Seseorang Bisa Jadi People Pleaser? Ini Penjelasan Ilmiah dari Studi Psikologi
Kamis 23-07-2026,17:34 WIB
Bukan Cuma Psikologis, Ini Alasan Ilmiah Kenapa Generasi Sekarang Lebih Betah Menjadi Introvert
Selasa 21-07-2026,19:41 WIB
Anxious Attachment Ramai Dibahas, Pola Keterikatan yang Picu Kecemasan dalam Hubungan
Selasa 21-07-2026,18:22 WIB
Jangan Salah Paham, Self-Talk Positif Justru Bermanfaat bagi Kesehatan Mental
Senin 20-07-2026,17:49 WIB
Terjebak Dalam 'Overthinking' Tengah Malam? Ini Cara Ilmiah Mengatasi Insomnia
Terpopuler
Kamis 23-07-2026,22:10 WIB
Kemenangan Hak Digital Konsumen: MK Putuskan Sisa Kuota Internet Mesti Bisa Digunakan
Kamis 23-07-2026,22:38 WIB
DPR Cecar Bidpropam Polda Lampung Soal Dugaan Pemerasan Kasus BBM di Way Kanan
Kamis 23-07-2026,21:54 WIB
Terancam pemecatan hingga 15 Tahun Penjara, Oknum Guru ASN di Tanjungbalai Diamankan Polisi.
Kamis 23-07-2026,21:26 WIB
Duel Pedang di Lampung Timur Viral, Satu Pria Alami Luka Serius hingga Tangan Nyaris Putus
Kamis 23-07-2026,20:57 WIB
Dari Tawa hingga Air Mata: Mengapa Film Begitu Dekat dengan Emosi Kita?
Terkini
Jumat 24-07-2026,20:34 WIB
Gaya Hidup Matcha vs. Realita Gula: Benarkah Minuman Hits Gen Z Ini Benar-Benar Sehat?
Jumat 24-07-2026,20:28 WIB
Kenapa Seseorang Bisa Jadi People Pleaser? Ini Penjelasan Ilmiah dari Studi Psikologi
Jumat 24-07-2026,20:16 WIB
banjir tengah malam terjang bukit tinggi, 8 Rumah dan Mushola terdampak
Jumat 24-07-2026,20:15 WIB
Aksi Rendah Hati Slash Usai Ditolak Security Tuai Pujian Netizen
Jumat 24-07-2026,20:00 WIB