RADARTVNEWS.COM - Ketinggian 8.849 meter membuat Gunung Everest dianggap sebagai puncak tertinggi di Bumi. Namun, di balik megahnya lanskap Himalaya, tersimpan satu fakta menakjubkan: puncak ini sebenarnya tersusun dari batu kapur laut, sisa dasar samudra purba yang pernah menutupi wilayah tersebut lebih dari 400 juta tahun lalu.
Pada masa itu, kawasan yang kini menjadi Pegunungan Himalaya merupakan laut dangkal penuh kehidupan laut seperti kerang, karang, dan mikroorganisme. Awalnya mengendap sebagai sedimen kapur di dasar laut tropis Tethys, lapisan-lapisan ini kemudian terangkat tinggi karena gaya tektonik. Sekitar 50 juta tahun lalu, tabrakan antara Lempeng India dan Lempeng Eurasia memicu proses pengangkatan besar yang membentuk rangkaian Himalaya. Proses inilah yang mengubah batuan laut menjadi puncak gunung tertinggi di dunia. BACA JUGA:Hati-Hati! Hal yang Harus Dihindari Biar Nggak Kena “Hippo” di Gunung Menariknya, hingga kini para pendaki dan ahli geologi masih menemukan fosil laut di lapisan batu kapur puncak Everest, sebagai bukti nyata bahwa wilayah tersebut dulunya adalah dasar samudra. Ketika seseorang berdiri di puncak “atap dunia”, mereka sesungguhnya berdiri di atas sisa-sisa lautan kuno yang telah terangkat ke langit. Batu kapur terbentuk dari akumulasi cangkang dan kerangka organisme laut di lingkungan laut dangkal yang hangat. Seiring waktu, tekanan dan sementasi membentuk lapisan batu kapur. Saat lempeng tektonik bertabrakan, lapisan ini terdorong ke atas bersama massa kerak bumi lainnya. Proses pengangkatan itu membawa asal dasar laut ke ketinggian ekstrem. Fenomena ini memperlihatkan betapa dinamisnya planet kita. Gunung Everest bukan sekadar titik tertinggi, tapi juga buku terbuka sejarah geologi: sebuah dasar laut yang diubah oleh waktu dan gaya tektonik menjadi simbol ketinggian. Hal ini mengingatkan kita bahwa kondisi di muka bumi saat ini merupakan hasil dari proses panjang selama jutaan tahunAsal Usul Gunung Everest: Dari Dasar Laut Hingga Jadi Atap Dunia
Jumat 31-10-2025,18:06 WIB
Reporter : MG - Aulia Suspadila
Editor : Jefri Ardi
Kategori :
Terkait
Jumat 05-12-2025,19:13 WIB
Tahukah Kamu? Mengunyah Lebih Lama Ternyata Bisa Bikin Makanan Terasa Lebih Manis
Jumat 05-12-2025,19:06 WIB
Menghirup Aroma Makanan Bisa Membuat Nafsu Makan Turun, Bukan Naik
Senin 01-12-2025,19:51 WIB
Fakta Unik Tertawa 10 Menit Bisa Membakar Kalori Setara Jalan Kaki 15 Menit
Senin 01-12-2025,19:44 WIB
Kenapa Kita Sering Merasa Deja Vu? Ternyata Ada Alasannya Secara Kesehatan Otak
Sabtu 22-11-2025,16:50 WIB
Perbedaan Matcha dan Green Tea, Jangan Ketuker Lagi!
Terpopuler
Jumat 03-04-2026,17:32 WIB
Sengkarut Perkara Korupsi Pemanfaatan Lahan : Kasus Digantung, Petani Tak Boleh Panen dan PSMI Tolak Giling
Jumat 03-04-2026,11:00 WIB
Sering Dianggap Sepele, Ini Peran Penting Fog Lamp Saat Hujan
Jumat 03-04-2026,17:59 WIB
Toko Mas JSR Diduga Tampung Hasil Tambang Ilegal Way Kanan
Jumat 03-04-2026,11:15 WIB
Mau Remap ECU? Kenali Dulu Dampak dan Resikonya
Jumat 03-04-2026,21:34 WIB
Digital Detox: Kunci Menjaga Kesehatan Mental di Era Banjir Informasi
Terkini
Sabtu 04-04-2026,10:30 WIB
Solusi Tuntas Membasmi Kutu Rambut: Cara Alami dan Medis yang Paling Ampuh
Sabtu 04-04-2026,10:24 WIB
Rahasia Kulit Halus dan Sehat: Menyingkap Berbagai Manfaat Melakukan Scrub Tubuh Secara Rutin
Sabtu 04-04-2026,10:18 WIB
Keajaiban Niacinamide: Rahasia Kulit Wajah Glowing, Sehat, dan Bebas Noda
Sabtu 04-04-2026,09:15 WIB
Performa Instan! Ini Risiko Modifikasi Filter Udara
Sabtu 04-04-2026,09:00 WIB