Indonesia–Brasil Tandatangani Delapan Kesepakatan Strategis Bernilai Rp83 Triliun

Jumat 24-10-2025,19:15 WIB
Reporter : MG-Ratu Adzkia Nabila Bernatta
Editor : Jefri Ardi

RADARTVNEWS.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federatif Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10). Pertemuan tersebut menghasilkan delapan kerja sama lintas sektor dengan total nilai lebih dari 5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp83,18 triliun.

Prabowo dan Lula da Silva secara langsung menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara sejumlah kementerian, lembaga, dan perusahaan dari kedua negara. Kesepakatan tersebut mencerminkan komitmen kuat untuk mempererat hubungan ekonomi, teknologi, dan energi antara Indonesia dan Brasil yang sama-sama tergabung dalam BRICS dan G20.

Dalam prosesi penandatanganan, Prabowo dan Lula duduk berdampingan di depan para pejabat tinggi kedua negara. Mereka tampak menyimak dengan seksama saat masing-masing perwakilan menandatangani dokumen kerja sama yang mencakup sektor energi, statistik, pertanian, hingga perdagangan.

Dalam keterangan pers bersama, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen memperkuat hubungan dengan Brasil, baik dari sisi ekonomi maupun diplomasi internasional. Ia menilai, kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk memperluas investasi dan mempererat kemitraan strategis di berbagai bidang.

“Hari ini kita saling menyaksikan kerja sama ekonomi yang signifikan yang nilainya tadi ditandatangani lebih dari US$ 5 miliar. Tadi yang kita tandatangani itu,” ujar Prabowo di Istana Merdeka.

Prabowo menambahkan, nilai investasi yang disepakati mencakup sekitar seperempat dari total investasi langsung Indonesia dalam satu tahun. Ia optimistis kesepakatan tersebut dapat terealisasi paling lambat tahun depan dan berdampak positif bagi perekonomian nasional.

BACA JUGA:Prabowo Sambut Presiden Brasil Lula di Istana Merdeka, Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis

“Investasi kita dalam satu tahun saja mencapai US$ 20 miliar. Kalau ini terwujud, Insyaallah paling lambat tahun depan, berarti yang dibicarakan hari ini hampir 25% dari total investasi langsung ke Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti peluang kerja sama di bidang perdagangan, teknologi, dan pertahanan. Menurutnya, kolaborasi dengan Brasil dapat memperluas pasar ekspor Indonesia dan memperkuat posisi strategis kedua negara di kancah global.

“Bidang perdagangan tentu saja kita harus tingkatkan antara dua negara. Di bidang teknologi kita akan saling belanja. Bidang energi juga kita sepakat tanda tangan kesepakatan cukup signifikan antara PLN dengan swasta,” tutur Prabowo.

Berikut rincian delapan kesepakatan yang telah diteken antara Indonesia dan Brasil:

1. Nota Kesepahaman antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia dan Kementerian Pertambangan dan Energi Republik Federatif Brasil mengenai kerja sama di bidang energi dan pertambangan.

2. MoU antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia dan Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Republik Federatif Brasil terkait pengembangan sains, teknologi, dan inovasi.

3. MoU antara Badan Karantina Indonesia dan Kementerian Pertanian dan Peternakan Republik Federatif Brasil mengenai kerja sama dalam tindakan sanitari, fitosanitari, dan sertifikasi produk.

BACA JUGA:Jepang Bikin Kejutan! Comeback Dramatis Kalahkan Brasil 3-2 di Ajinomoto Stadium

Kategori :