Empowomen dan Teknokrat Satukan Pemuda Lampung: Dari Forum Diskusi Menuju Gerakan Perubahan

Senin 04-08-2025,15:25 WIB
Reporter : MG 03 Hairun Nisa Napitupulu
Editor : Hendarto Setiawan

“Empowomen ini kita bangun sejak 2017 bersama Teh Ita dan Teh Dila untuk menyuarakan suara perempuan. Saat itu banyak komunitas yang fokus ke laki-laki, tapi belum ada yang benar-benar mengakomodir perempuan muda, khususnya yang berusia 18–25 tahun di Lampung,” jelas Barry.


BACA JUGA:Fenomena Kesetaraan Gender dari Masa ke Masa

Empowomen hadir sebagai wadah peningkatan kapasitas pemuda dan forum lintas sektor yang menitikberatkan pada kesetaraan gender. Sejak berdiri, komunitas ini telah menjalankan berbagai proyek yang berdampak di Lampung dengan dukungan dari pemerintah daerah, lembaga nasional, hingga pihak internasional seperti Kedutaan Australia dan Amerika Serikat.

 

Namun, Barry mengakui perjalanan mereka tidak selalu mulus. “Tantangannya, ketika kita sudah dapat tim dan mulai kolaborasi, biasanya ada penurunan jumlah peserta di tengah jalan. Motivasi kadang naik turun. Tapi kami selalu cari cara untuk menjaga semangat dan memberikan dorongan tambahan,” ungkapnya.

 

Ia menegaskan harapan Empowomen ke depan tetap sama, yaitu mendorong perempuan untuk berbicara, berperan, dan memimpin di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, komunitas, hingga bisnis.

 

“Perempuan tidak seharusnya hanya di rumah. Mereka punya hak yang sama seperti laki-laki untuk bersuara dan menjadi pemimpin. Harapannya, semakin banyak perempuan dan laki-laki yang memahami isu kesetaraan gender,” tambah Barry.

 

Para peserta FGD berharap adanya ruang publik gratis yang bisa diakses komunitas untuk beraktivitas. Mereka juga mengusulkan digelarnya festival lintas komunitas untuk memperkenalkan keberadaan organisasi pemuda kepada masyarakat luas. Selain itu, dukungan pemerintah dinilai krusial, terutama dalam bentuk pendanaan, fasilitas, kemudahan perizinan, serta jaringan yang mempermudah kolaborasi. Diskusi ini juga menekankan pentingnya pelatihan peningkatan kapasitas seperti keterampilan kepemimpinan, public speaking, hingga branding media sosial.

 

Dengan kolaborasi yang kuat, pelatihan berkelanjutan, dan dukungan dari semua pihak, komunitas pemuda di Lampung diyakini mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial yang membawa dampak positif di daerah ini maupun di kancah internasional.

Kategori :

Terpopuler