APBN 2027 Tembus 4.000 Triliun, Ekonom Ingatkan Risiko Anggaran Cuma "Asal Habis"
Grafik data anggaran pendapatan belanja 2027 yang telah disahkan.--Instagram @perupadata
RADARTVNEWS.COM – Pemerintah telah menyepakati Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 sebesar Rp 4.000 triliun. Ini adalah anggaran terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menggunakan strategi big push, di mana negara menggelontorkan dana melimpah untuk memutar roda ekonomi.
Namun, di balik besarnya angka tersebut, muncul kekhawatiran mengenai dari mana uangnya berasal dan apakah belanja raksasa ini benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Ekonom dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Lukman Hakim, mengingatkan bahwa tantangan terbesar APBN jumbo ini ada pada sumber penerimaan negara. Jika pemerintah terus mengandalkan pajak untuk mengejar target belanja, kelompok masyarakat kelas menengah dan dunia usaha bakal makin tertekan.
Saat ini, kondisi bisnis sedang lesu, sehingga kenaikan beban pajak berisiko memperlemah daya beli kelas menengah dan menurunkan produktivitas nasional. Oleh karena itu, pemerintah didesak lebih kreatif mencari pendapatan di luar pajak, seperti memaksimalkan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Di sisi lain, risiko terbesar dari APBN jumbo ini adalah kualitas penggunaannya. Lukman menilai sistem anggaran saat ini kerap salah kaprah karena keberhasilan program hanya diukur dari seberapa cepat uangnya habis terserap.
Akibatnya, banyak instansi pemerintah hanya sibuk menghabiskan anggaran di akhir tahun dan melengkapi administrasi Surat Pertanggungjawaban (SPJ), tanpa memedulikan apakah program tersebut benar-benar berdampak bagi masyarakat atau sekadar mengulang kegiatan rutin yang sama setiap tahunnya.
BACA JUGA: Komdigi Temukan Paket Internet Belum Lindungi Sisa Kuota Sesuai Putusan MK
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: kompas.com