Musim Kemarau, Dinkes Bandar Lampung Periksa Kualitas Air Sumur Warga

Musim Kemarau, Dinkes Bandar Lampung Periksa Kualitas Air Sumur Warga

--Google Image

RADARTVNEWS.COM – Musim kemarau membuat sejumlah sumber air di Kota Bandar Lampung mulai mengalami penurunan debit. Kondisi ini membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandar Lampung meningkatkan pengawasan terhadap kualitas air tanah yang masih digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dinkes Kota Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Tumenggung mengatakan, sumber air yang menjadi perhatian terutama sumur dangkal dan pompongan dangkal. Sumber air tersebut dinilai lebih rentan mengalami perubahan kualitas ketika debit air berkurang selama musim kemarau. 

Untuk mengetahui kondisi air yang digunakan masyarakat, petugas kesehatan lingkungan dari setiap puskesmas melakukan pemeriksaan melalui pengambilan sampel di sejumlah wilayah. Petugas juga dibekali sanitary kit untuk membantu pemeriksaan awal kualitas air. 

Pemeriksaan dilakukan dengan metode sampling. Artinya, petugas mengambil beberapa sampel dari sumber air warga untuk mengetahui apakah air tersebut masih memenuhi syarat kesehatan atau tidak. Pemeriksaan juga mencakup aspek bakteriologis yang berkaitan dengan kemungkinan adanya pencemaran pada sumber air.

Kondisi air tanah perlu diperhatikan karena masyarakat masih menggunakan sumur dan pompongan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Ketika debit air menurun, kualitas sumber air juga perlu dipastikan agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

Dinkes mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung menggunakan air yang dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan. Air tersebut sebaiknya tidak digunakan untuk minum, mencuci bahan makanan, maupun membersihkan peralatan makan. 

Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi sumber air di sekitar tempat tinggal selama musim kemarau. Jika terjadi perubahan yang mencurigakan pada air, seperti kondisi yang berbeda dari biasanya, warga dapat memeriksakannya melalui fasilitas kesehatan setempat.

Pengawasan kualitas air ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar penurunan ketersediaan air selama musim kemarau tidak turut meningkatkan risiko penyakit yang berkaitan dengan lingkungan dan air.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: