Mengenal Gatot, Kuliner Tradisional Gunungkidul Hasil Kreasi Masa Paceklik

Mengenal Gatot, Kuliner Tradisional Gunungkidul Hasil Kreasi Masa Paceklik

Olahan gatot khas Gunungkidul berwarna kehitaman yang disajikan hangat bersama parutan kelapa gurih dan taburan gula.--Dokumentasi Asli ( Gramedia.com )

RADARTVNEWS.COM – Gatot merupakan salah satu makanan tradisional berbahan dasar singkong asal Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, yang kaya akan nilai sejarah dan keunikan cita rasa. Kuliner khas ini lahir dari kreativitas tinggi masyarakat setempat dalam menghadapi masa paceklik serta krisis pangan pada zaman dahulu.

Asal-usul gatot berawal dari kondisi geografis wilayah Gunungkidul, Wonogiri, hingga Pacitan yang didominasi struktur tanah karst kering dan tandus sehingga sulit ditanami padi. Istilah gatot sendiri konon berasal dari pelafalan kata "gagal total", yaitu sebutan untuk sisa panen singkong yang gagal tumbuh sempurna atau berulang kali terkena basah hujan saat dijemur menjadi gaplek.

Alih-alih dibuang, singkong yang terlalu lembap tersebut mengalami proses fermentasi alami oleh jamur Acremonium charticola hingga warnanya berubah menjadi kehitaman. Proses fermentasi spontan inilah yang menjadi keunikan utama gatot, karena menghasilkan tekstur kenyal yang khas serta aroma memikat setelah melalui tahap perendaman dan pengukusan.

Kepopuleran gatot melonjak tajam sebagai makanan penyelamat pada masa penjajahan Jepang sekitar tahun 1939 hingga 1942 serta era awal kemerdekaan. Ketika pasokan beras dirampas dan sangat sulit didapatkan, masyarakat mengandalkan gatot bersama tiwul sebagai makanan pokok utama pengganti nasi demi bertahan hidup.

BACA JUGA:Mengenal Tiwul, Kuliner Tradisional Jawa Kaya Sejarah

Dalam penyajian tradisionalnya, gatot matang yang hangat biasanya disajikan bersama taburan parutan kelapa segar dan sedikit gula merah atau gula pasir. Perpaduan bahan sederhana ini menciptakan sensasi rasa yang sangat seimbang antara gurihnya kelapa dan manisnya gula di atas tekstur gatot yang kenyal.

Seiring membaiknya taraf hidup masyarakat, status gatot kini telah bertransformasi dari makanan penanggulangan darurat menjadi camilan tradisional yang diminati banyak orang. Keberadaannya saat ini tidak hanya digemari karena kaya akan serat, tetapi juga dinilai tinggi sebagai warisan kuliner yang menyimpan nilai historis mendalam. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: