Kenapa Main Game Seperti Minecraft atau Roblox Sering Bikin Pusing dan Mual?

Kenapa Main Game Seperti Minecraft atau Roblox Sering Bikin Pusing dan Mual?

Ilustrasi Pusing-Foto: katie williams-Pinterest

RADARTVNEWS.COM - Buat banyak orang, main game seperti Minecraft atau Roblox harusnya jadi aktivitas santai dan menyenangkan. Tapi kenyataannya, gak sedikit pemain justru ngerasa pusing, mual, bahkan sampai harus berhenti main. Fenomena ini sebenarnya cukup umum dan punya penjelasan ilmiah yang menarik.

Salah satu penyebab utamanya adalah kondisi yang disebut motion sickness atau mabuk gerak. Biasanya kita kenal ini terjadi saat naik kendaraan, tapi ternyata bisa juga muncul saat main game.

Dalam konteks game, istilahnya sering disebut cybersickness. Ini terjadi karena otak menerima sinyal yang bertentangan.

Mata kamu melihat seolah-olah sedang bergerak cepat di dalam game, tapi tubuh kamu sebenarnya diam. Ketidaksesuaian ini bikin otak bingung, dan akhirnya memicu rasa mual atau pusing.

Game seperti Minecraft dan Roblox punya sudut pandang first-person (orang pertama) yang bikin pengalaman terasa lebih nyata. Apalagi kalau pergerakan kameranya cepat, lompat-lompat, atau muter-muter, efeknya bisa makin terasa.

Ditambah lagi, grafis berbentuk blok atau warna kontras tinggi di Minecraft bisa bikin mata cepat lelah, terutama kalau dimainkan dalam waktu lama.

Selain itu, frame rate yang nggak stabil juga bisa jadi faktor. Kalau gambar di layar terasa patah-patah atau tidak halus, otak harus bekerja ekstra untuk menyambung visual yang dilihat.

Tidak stabilnya frame rate ini bisa memperparah rasa tidak nyaman. Sensitivitas tiap orang juga beda, ada yang tahan lama, ada juga yang baru main 10–15 menit sudah mulai pusing.

Faktor lain yang sering dianggap sepele adalah jarak pandang dan pencahayaan. Main terlalu dekat dengan layar, di ruangan gelap, atau tanpa istirahat bisa mempercepat munculnya gejala.

Bahkan, pengaturan seperti field of view (FOV) yang terlalu sempit juga bisa bikin efek pusing lebih kuat karena terasa seperti terjebak di dalam layar.

Biar tetap bisa menikmati game tanpa drama mual, ada beberapa cara yang bisa dicoba. Misalnya, mengatur FOV lebih lebar, menurunkan sensitivitas kamera, atau mengaktifkan fitur motion blur reduction.

Istirahat setiap 20–30 menit juga penting supaya mata dan otak punya waktu untuk reset. Kalau perlu, coba ganti ke mode third-person biar perspektifnya lebih nyaman.

Intinya, rasa pusing saat main game itu bukan hal aneh, tapi respon alami tubuh terhadap kondisi visual yang tidak biasa. Selama tahu penyebabnya dan cara mengatasinya, kamu tetap bisa menikmati dunia virtual tanpa harus merasa mabuk di tempat. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: