Pengangguran Lampung Turun Februari 2026, Penyerapan Tenaga Kerja Naik Meski TPAK Alami Penurunan

Pengangguran Lampung Turun Februari 2026, Penyerapan Tenaga Kerja Naik Meski TPAK Alami Penurunan

BPS mencatat pengangguran Lampung turun Februari 2026, tenaga kerja meningkat, namun TPAK menurun dan kesenjangan partisipasi kerja masih terlihat.-Dokumentasi -Media Sosial

RADARTVNEWS.COM - Jumlah pengangguran di Provinsi Lampung menunjukkan tren perbaikan pada Februari 2026. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan jumlah pengangguran dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mengindikasikan adanya peningkatan penyerapan tenaga kerja di daerah tersebut.

Secara umum, jumlah penduduk usia kerja terus mengalami pertumbuhan. Pada Februari 2026, jumlahnya mencapai lebih dari tujuh juta orang, naik dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total tersebut, sebagian besar masuk dalam kategori angkatan kerja, yaitu mereka yang aktif bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Sementara sisanya tergolong bukan angkatan kerja, seperti pelajar, ibu rumah tangga, atau kelompok lain yang tidak terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi.

Peningkatan jumlah angkatan kerja juga diikuti dengan bertambahnya jumlah penduduk yang berhasil terserap ke dalam dunia kerja. Hal ini terlihat dari bertambahnya jumlah pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong turunnya angka pengangguran, meskipun penurunannya tidak terlalu besar.

Dari sisi kualitas pekerjaan, terdapat dinamika yang cukup menarik. Jumlah pekerja penuh waktu mengalami peningkatan signifikan, menunjukkan bahwa lebih banyak tenaga kerja yang memperoleh pekerjaan dengan jam kerja optimal. Di sisi lain, jumlah pekerja paruh waktu juga bertambah, meskipun tidak sebesar pekerja penuh waktu. Sementara itu, kategori setengah pengangguran—yakni mereka yang bekerja tetapi belum maksimal secara jam kerja atau produktivitas—justru mengalami penurunan, yang bisa diartikan sebagai perbaikan kualitas pekerjaan secara keseluruhan.

Namun demikian, tidak semua indikator ketenagakerjaan menunjukkan tren positif. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), yang mencerminkan persentase penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi, justru mengalami sedikit penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah penduduk usia kerja meningkat, tidak semuanya terlibat dalam aktivitas ekonomi.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, terdapat kesenjangan yang cukup mencolok. Partisipasi angkatan kerja laki-laki masih jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan. Walaupun keduanya sama-sama mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, tingkat partisipasi perempuan tetap berada di bawah laki-laki, yang mencerminkan masih adanya tantangan dalam mendorong keterlibatan perempuan di dunia kerja.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan. Persentasenya turun dibandingkan Februari 2025, sejalan dengan berkurangnya jumlah pengangguran secara absolut. Hal ini menjadi sinyal positif bagi kondisi pasar tenaga kerja di Lampung, meskipun masih diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan kesempatan kerja.

Secara keseluruhan, kondisi ketenagakerjaan di Lampung pada awal 2026 menunjukkan perbaikan dari sisi penyerapan tenaga kerja dan penurunan pengangguran. Namun, tantangan seperti penurunan partisipasi angkatan kerja dan kesenjangan gender masih perlu menjadi perhatian pemerintah dan pemangku kebijakan agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: bps provinsi lampung / badan pusat statistik lampung