Tiga Penumpang Meninggal, WHO Telusuri Dugaan Penularan Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius
Kapal pesiar MV Hondius yang menjalani karantina di laut.-X/@ThePopFlop-
RADARTVNEWS.COM - Kasus wabah di kapal pesiar kembali jadi perhatian setelah adanya dugaan penularan virus di atas kapal MV Hondius.
Kapal pesiar berbendera Belanda ini dilaporkan masih berada di laut setelah sejumlah penumpang terinfeksi, bahkan hingga menyebabkan korban jiwa.
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) kini ikut menyelidiki kemungkinan dugaan penularan hantavirus antarmanusia dalam kasus ini.
Dugaan ini muncul setelah tiga penumpang meninggal dan beberapa lainnya jatuh sakit dalam waktu yang berdekatan.
Menurut pernyataan pejabat WHO, hantavirus dari manusia ke manusia memang jarang terjadi. Namun, dalam beberapa kasus sebelumnya, ditemukan dugaan penularan dalam kondisi tertentu, terutama pada orang-orang yang melakukan kontak dekat dalam waktu lama.
WHO saat ini menduga kasus di kapal tersebut berkaitan dengan jenis Andes virus, salah satu varian hantavirus yang dikenal memiliki potensi dugaan penularan antarmanusia. Dugaan ini masih terus diteliti untuk memastikan pola penyebarannya.
Kasus pertama yang menjadi perhatian adalah pasangan lansia asal Belanda. Seorang pria berusia 70 tahun dilaporkan meninggal dunia di atas kapal pada 11 April 2026.
Sementara istrinya yang berusia 69 tahun meninggal setelah sempat dievakuasi ke Afrika Selatan dan hasil tes menunjukkan positif terinfeksi virus yang sama.
Dari hasil awal, WHO menduga pasangan tersebut kemungkinan sudah terinfeksi sebelum naik ke kapal. Namun, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan apakah ada dugaan penularan lanjutan selama perjalanan.
Selain itu, seorang penumpang asal Jerman juga dilaporkan meninggal dan jenazahnya masih berada di kapal yang saat ini berada di lepas pantai Cape Verde, di wilayah Samudra Atlantik.
Kasus lain melibatkan seorang pria asal Inggris yang dievakuasi pada 27 April 2026 ke Afrika Selatan. Ia dinyatakan positif terinfeksi dan kini dalam kondisi kritis serta dirawat di ruang intensif.
BACA JUGA: WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, Ini Gejala Awalnya
Kondisi di dalam kapal menjadi perhatian karena ruang yang terbatas membuat interaksi antar penumpang sulit dihindari. Situasi ini bisa meningkatkan risiko dugaan penularan, terutama jika ada kontak dekat dalam waktu lama.
Hingga saat ini, kapal masih menunggu keputusan dari otoritas setempat terkait izin berlabuh. Sementara itu, pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang dan awak kapal terus dilakukan untuk memastikan kondisi tetap terkendali.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: