Wilayah Terpanas di Dunia, Suhu-nya Mencapai 70.7 Derajat

Wilayah Terpanas di Dunia, Suhu-nya Mencapai 70.7 Derajat

Gurun Lut, Iran-Pinterest: Sarah Usera-

RADARTVNEWS.COM - Pernahkah kamu membayangkan berada di tempat terpanas di dunia?

Suhunya mencapai 70.7 derajat, yang mana manusia pun sulit bertahan hidup pada suhu itu.

Tempat itu berada di Iran, tepatnya di Gandom Merium suatu wilayah yang tidak ada kehidupan. Tidak ada makhluk hidup yang dapat bertahan hidup disana, karena suhu udara maupun permukaan bumi sangatlah panas. Mustahil untuk tinggal disana, tidak ada air sebagai sumber kehidupan.

Mencoba mendatangi Gandom meriom, salah satu youtuber Bernama ruhi cenet dalam video dokumenternya ia mengukur suhu udara dan juga suhu permukaan bumi dengan menempuh perjalanan sangat Panjang dari wilayah gurun lut, iran.

Dalam video dokumenter itu mereka menelusuri gandom meriom dengan mobil yang kuat akan cuaca panas, banyak persiapan serta bekal makanan serta minuman untuk bertahan di cuaca yang sangat panas itu. Makanan yang dibawa hanya perlu dipanaskan dibawah matahari, diletakkan di atas tanah. Lalu makanan sudah hangat dan siap disantap.

Ia mencoba memasak daging dibawah panas matahari, daging diletakkan di bagian depan mobil, kaca mobil menembus dalam yang membuat daging itu matang hingga kedalam, namun bagian bawah kurang matang dan perlu dibalik untuk memasaknya dengan sempurna.

BACA JUGA:Ini dia Desa Terdingin di Dunia dengan Suhu Mencapai Minus 72 Derajat

BACA JUGA:Fenomena Alam Langka di Jepang: Pantai Shirahama di Hokkaido, Tempat Salju dan Laut Bertemu

Mereka mencoba mengukur suhu udara dan mendapat 54 derajat dan suhu permukaan bumi mencapai 69,2 derajat. Perbedaan suhu ini wajar namun, saat melakukaan pengukuran mesin sering kali eror dan tidak dapat mendeteksi panasnya cuaca disana. Mereka harus menunggu, bahkan menutupi mesin agar tidak terkena panas berlebih.

Alat elektronik seperti handphone, dan juga kamera sering kali eror bahkan tidak bisa dipakai karena suhu udaranya terlalu panas. Perangkat harus didiamkan di tempat teduh atau bahkan mendinginkannya dengan air es.

Tidak ada makhluk hidup yang dapat hidup dan bertahan disana. Mengingat bahwa suhu yang sangat panas, dan tidak adanya sumber kehidupan seperti air, tumbuhan dan juga hewan untuk sandang pangan.

Sekitar bulan juni hingga agustus pemerintah melarang Masyarakat mendatangi wilayah ini, karena cuaca yang sangat panas dan tidak memungkinkan bagi manusia dapat bertahan disana. (*)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: