BANNER HEADER DISWAY HD

Generasi Sandwich di Tengah Gejolak Ekonomi: Mampukah Bertahan?

Generasi Sandwich di Tengah Gejolak Ekonomi: Mampukah Bertahan?

Ilustrasi--ISTIMEWA

RADARTVNEWS.COM - Di tengah pelemahan rupiah, naiknya harga kebutuhan pokok, hingga ketidakpastian politik yang terus memanas, ada satu kelompok yang diam-diam menanggung beban paling berat: generasi sandwich. Mereka adalah anak muda usia produktif yang harus menopang hidup orang tua sekaligus membiayai diri sendiri, bahkan adik atau anak.

Fenomena ini bukan hal baru, tetapi gejolak ekonomi belakangan membuat posisi mereka semakin terjepit.

Beban Ganda di Tengah Krisis

Kenaikan harga pangan, biaya kesehatan, hingga pendidikan membuat pengeluaran rumah tangga melonjak drastis. Sementara itu, gaji banyak pekerja muda tidak mengalami kenaikan yang sepadan. Akibatnya, generasi sandwich harus memutar otak untuk membagi pendapatan yang terbatas.

Jika dulu beban mereka lebih banyak soal biaya hidup sehari-hari, kini tekanannya semakin kompleks. Pelemahan rupiah berdampak pada harga barang impor, mulai dari beras hingga obat-obatan. Tak heran, generasi ini sering merasa bekerja keras tanpa pernah benar-benar bisa menabung atau merencanakan masa depan.BACA JUGA:Scroll, Like, Repeat: Apakah Gen Z Hidup atau Sekadar Online?

Tekanan Psikologis

Selain masalah ekonomi, generasi sandwich juga berhadapan dengan tekanan mental. Tanggung jawab ganda membuat banyak dari mereka mengalami stres dan kelelahan emosional. Dalam banyak kasus, mereka merasa terjebak dalam siklus tanpa akhir: bekerja, membayar tagihan, membantu keluarga, lalu kembali bekerja tanpa kesempatan beristirahat. Kondisi ini berpotensi menciptakan “generasi lelah” yang sulit berkembang, baik secara profesional maupun pribadi.

Tantangan Era Politik yang Tak Stabil

Di saat yang sama, gejolak politik dalam negeri semakin memperburuk rasa pesimis. Isu tunjangan untuk DPR, korupsi pejabat publik, hingga aksi demonstrasi yang berujung korban jiwa, membuat generasi muda makin skeptis terhadap arah bangsa.

Bagi generasi sandwich, kondisi politik yang kacau berarti masa depan makin sulit diprediksi. Bagaimana bisa optimis menabung untuk rumah atau pendidikan anak, jika harga terus melonjak dan kebijakan pemerintah tak berpihak pada rakyat kecil?

Apakah Ada Jalan Keluar?

Beberapa pakar menyarankan pentingnya literasi keuangan untuk generasi sandwich, agar mampu mengelola pendapatan secara lebih bijak. Namun, solusi individu saja tidak cukup. Negara perlu hadir dengan kebijakan nyata yang meringankan beban mereka, misalnya:

  • Program subsidi yang tepat sasaran,
  • Kebijakan perumahan terjangkau,
  • Jaminan kesehatan dan pendidikan yang kuat.

Tanpa dukungan kebijakan yang berpihak pada rakyat, generasi sandwich hanya akan semakin terjepit di antara ekspektasi keluarga dan realitas ekonomi yang keras.BACA JUGA:Fenomena Unik Gen Z: Mengapa Usia 22 Tahun Terasa Seperti 'Sudah Tua'?

Bertahan atau Terpuruk?

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: