BANNER HEADER DISWAY HD

Demo 28 Agustus di DPR Ricuh, Mahasiswa Dipukul Mundur Hingga Jalan Senayan

Demo 28 Agustus di DPR Ricuh, Mahasiswa Dipukul Mundur Hingga Jalan Senayan

--

JAKARTA, RADARTVNEWS.COMMahasiswa dan elemen masyarakat mengambil alih aksi protes kelompok buruh di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/08/2025). Demonstrasi sempat ricuh ketika aparat kepolisian berupaya menghalau massa aksi. Sejak pagi, sebagian besar buruh yang turun ke jalan telah meninggalkan lokasi. Namun sekitar pukul 13.47 WIB, sejumlah Mahasiswa terlihat berjalan kaki dari Palmerah menuju Gedung DPR untuk menentang fasilitas dan tunjangan mewah anggota DPR.

Para demonstran berusaha menerobos barisan aparat di gerbang DPR. Polisi merespons dengan menembakkan air untuk mengurai massa. Massa kemudian membalas dengan melempari petugas dengan benda keras. Ketegangan meningkat ketika aparat menggunakan water cannon, membuat sebagian mahasiswa berhamburan hingga menyeberangi ruas Tol Dalam Kota.

Kericuhan semakin parah sekitar pukul 15.10 WIB ketika massa melempar batu, botol, dan bambu runcing ke arah barikade polisi. Beberapa orang menyalakan petasan yang menimbulkan ledakan dan membuat suasana semakin tegang. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro berulang kali memerintahkan aparat untuk mendorong massa. “Water cannon maju, maju terus,” teriak Susatyo melalui pengeras suara.

Pada pukul 14.20 WIB, beberapa mahasiswa membakar tumpukan sampah di depan gerbang DPR hingga menimbulkan asap pekat. Mereka juga mencorat-coret tembok DPR dengan cat semprot, menulis “DPR BAB*” dan “DPR Bungkam Rakyat.” Aksi tersebut memicu kepanikan sementara di antara aparat dan pengendara yang melintas di sekitar lokasi.

BACA JUGA:Ribuan Buruh Gelar Demo 28 Agustus, Partai Buruh dan KSPI Usung Enam Tuntutan HOSTUM

Sambil berjalan menuju gerbang DPR, mahasiswa mengenakan almamater masing-masing, mengibarkan bendera Merah Putih, bendera organisasi mahasiswa, dan bendera ormas MKGR, serta membawa bambu runcing sebagai simbol perlawanan. Mereka menyanyikan lagu perjuangan “Buruh Tani” secara lantang. Seorang peserta aksi berteriak melalui pengeras suara, “Kami datang bukan untuk diam, kami datang untuk melawan!” diikuti orasi lainnya, “DPR tidak lagi mewakili rakyat, DPR harus dibubarkan!”

Sekitar pukul 16.30 WIB, massa akhirnya dipukul mundur oleh aparat gabungan hingga Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat. Akibatnya, arus lalu lintas di sepanjang Jalan Gerbang Pemuda hingga Jalan Asia Afrika lumpuh total. Massa sempat berkumpul di depan Gedung TVRI, Jalan Gerbang Pemuda, namun seluruh titik jalur sudah dijaga ketat aparat gabungan.

Flyover Ladokgi ditutup total oleh pasukan Brimob yang memantau dari atas, sementara jalur kiri setelah tikungan dari arah Semanggi dipenuhi kendaraan taktis polisi, termasuk mobil water cannon dan kendaraan gas air mata. Dari mobil komando terdengar instruksi, “Anggota maju! Anggota maju! Ingat formasi, ingat formasi!” dan “Sudah sudah, bubar kalian mahasiswa. Sudah jangan melawan.”

Polisi menembakkan water cannon tanpa henti untuk memastikan massa mundur ke arah yang ditentukan. Sampai sore ini, beberapa mahasiswa masih bertahan di Jalan Asia Afrika dan kembali membakar sampah, menimbulkan asap hitam pekat. Suara ledakan petasan juga terdengar dari arah kerumunan, sementara polisi terus berupaya membubarkan massa hingga ke Jalan Pintu Satu Senayan.

Situasi di depan Gedung DPR pada Kamis sore menunjukkan ketegangan yang masih tinggi antara mahasiswa dan aparat. Pihak kepolisian memastikan jalur lalu lintas kembali aman, sementara massa aksi secara bertahap dibubarkan. Hingga kini, aparat terus memantau situasi dan menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan di kawasan Senayan.

BACA JUGA:Fakta Seruan Demo 25 Agustus yang Ramai di Medsos, Jangan Asal Share

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait