Persis Jabar Soroti Keras Pembagian Bir Di Pocari Sweat Run 2025, Minta Aparat Tindak Tegas
Event pocari sweat 2025--Dokumentasi Pribadi
BANDARLAMPUNG, RADARTVNEWS.COM — Aksi pembagian minuman beralkohol dalam ajang Pocari Sweat Run 2025 yang digelar di Kota Bandung menuai kritik tajam dari berbagai pihak, salah satunya dari Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (Persis) Jawa Barat.
Kegiatan olahraga tahunan yang diikuti ribuan peserta itu mendadak menjadi sorotan bukan karena prestasi, melainkan karena insiden pembagian bir kepada peserta yang dinilai mencederai nilai-nilai moral, hukum, dan budaya lokal.
BACA JUGA:Apa Itu Marshal dalam Event Lari?
Ketua Persis Jawa Barat, Ustaz Iman Setiawan Latief, menilai bahwa pembagian minuman beralkohol di ruang publik — apalagi dalam event olahraga — merupakan bentuk kelalaian serius dari pihak penyelenggara. Ia menegaskan bahwa olahraga semestinya menjadi media untuk membangun pola hidup sehat dan menanamkan nilai edukatif, bukan justru memberi contoh buruk kepada masyarakat.
"Ini bukan hanya soal pelanggaran hukum, tapi juga persoalan moral. Kita hidup di tengah masyarakat yang menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai agama," tegas Ustaz Iman.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. Dalam regulasi tersebut, distribusi minuman beralkohol secara terbuka jelas dilarang dan bisa dikenai sanksi hukum.
BACA JUGA:Tips and Trik untuk Warga Lampung: Mulai Lari dengan Cara Sederhana dan Sehat
Oleh karena itu, Persis Jabar mendesak Polda Jawa Barat untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam insiden ini. Tidak cukup hanya dengan klarifikasi atau permintaan maaf, menurut Persis, harus ada pertanggungjawaban konkret agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa depan.
"Permintaan maaf saja tidak cukup. Harus ada sanksi dan evaluasi menyeluruh terhadap pihak penyelenggara agar tidak terulang," pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak bahwa setiap kegiatan publik, terlebih yang membawa nama besar, harus diselenggarakan dengan mempertimbangkan nilai hukum, norma sosial, dan budaya lokal. Persis Jabar berharap kejadian ini bisa menjadi momentum refleksi bersama tentang pentingnya menjaga integritas dan etika dalam ruang publik, khususnya di dunia olahraga.
BACA JUGA:Refreshment, Kunci Energi Pelari di Tengah Lomba
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
