Gangguan Mental Populer di Kalangan Remaja: Dari Depresi hingga ADHD, Apa Bedanya?

Gangguan Mental Populer di Kalangan Remaja: Dari Depresi hingga ADHD, Apa Bedanya?

ilustrasi-FOTO : Pinterest-

RADARTVNEWS.COM - Tidak seperti generasi sebelumnya, remaja saat ini menghadapi masalah yang sangat berbeda. Tidak sedikit orang yang ternyata tertutup dengan berbagai gangguan mental di balik wajah ceria di media sosial. Sekarang, masalah kesehatan mental, dari depresi, kecemasan, hingga ADHD, menjadi salah satu yang paling populer dan penting di kalangan remaja Indonesia. 

Remaja saat ini lebih rentan terhadap masalah kesehatan mental karena tekanan akademik, persaingan sosial, ekspektasi keluarga, dan paparan tanpa batas pada konten digital. Seringkali, mereka tidak menyadari bahwa mereka menderita gangguan mental atau menganggapnya sebagai "stres biasa".

Depresi: Tidak Hanya Sedih

Remaja yang menderita depresi bukan hanya merasa sedih sesaat, itu adalah gangguan suasana hati yang berlangsung lama yang membuat mereka kehilangan minat pada hal-hal yang biasa mereka sukai, kelelahan terus-menerus, kesulitan tidur atau bahkan tidur berlebihan, dan bahkan muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri. Perubahan sikap yang tiba-tiba, kemarahan yang cepat, atau menarik diri dari lingkungan sosial adalah beberapa faktor yang sering menyebabkan remaja depresi.

Gangguan Kecemasan: Ketakutan yang Berlebihan yang Mengganggu

Merasa cemas saat menghadiri ujian, presentasi, atau bertemu dengan orang baru adalah normal. Namun, ketika rasa takut dan khawatir berlangsung lama dan memengaruhi aktivitas sehari-hari, kecemasan dapat berkembang menjadi gangguan pada beberapa remaja. Di antara gejalanya adalah detak jantung cepat, pikiran negatif terus-menerus, dan serangan panik mendadak. Remaja dengan gangguan kecemasan sering menghindari berinteraksi dengan orang lain, takut akan gagal, atau terlalu khawatir tentang masa depan mereka.

Attention Deficit Hyperactivity Disorder ADHD: Lebih dari Sekadar "Aktif"

ADHD sering disalahartikan sebagai anak yang nakal atau tidak bisa diam. Padahal, itu adalah gangguan neurodevelopmental yang memengaruhi kemampuan untuk fokus, mengatur waktu, dan mengendalikan impuls. Remaja dengan ADHD biasanya mudah bosan, sulit untuk tetap fokus di kelas, sering lupa tugas, dan sering bertindak tanpa berpikir. ADHD tidak hanya mengganggu belajar, tetapi juga dapat menyebabkan masalah dengan harga diri dan hubungan sosial dengan teman sebaya.

Sangat penting untuk memahami perbedaan gangguan mental ini agar remaja mendapatkan perawatan yang tepat. Mungkin ada hubungan antara gejala beberapa gangguan mental. Misalnya, kecemasan dan depresi kadang-kadang muncul bersamaan, dan ADHD yang tidak dideteksi sejak dini dapat menyebabkan masalah perilaku atau gangguan kepercayaan diri.

Jika Anda mengalami kecemasan, tekanan, atau kesulitan berkonsentrasi kepada orang yang Anda percayai, seperti teman, guru, atau keluarga, tidak ragu untuk menceritakannya kepada mereka. Selain itu, bantuan profesional menjadi lebih mudah diakses saat ini melalui psikolog, konselor, bahkan layanan konseling online yang praktis dan tidak tertutup.

Kesehatan fisik dan mental sama pentingnya. Mari peduli sejak dini dan bantu generasi muda menjadi sehat secara fisik dan mental untuk masa depan yang lebih baik.

BACA JUGA:Overthinking: Kebiasaan yang Terlihat Sepele, Tapi Bisa Berdampak Serius pada Kesehatan Mental

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: