Rawapitu di Musim Tanam: Harapan dari Sawah, Pesan dari Seorang Bupati
Bupati Tulang Bawang Qudrotul Ikhwan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kecamatan Rawapitu, Selasa 8 Juli 2025-Foto : Dok Kominfo-radartv.disway.id
TULANG BAWANG, RADARTVNEWS.COM – Mentari belum terlalu tinggi saat mobil dinas itu perlahan memasuki Kampung Panggung Mulya, Kecamatan Rawapitu., Kabupaten TULANG BAWANG.
Jalan yang belum sepenuhnya mulus tak menyurutkan langkah Bupati Tulang Bawang, Qudrotul Ikhwan, untuk menjejakkan kaki di tanah subur yang telah lama dikenal sebagai lumbung padi kabupaten itu.
Hari itu, Selasa 8 Juli 2025, bukan sekadar kunjungan kerja biasa, namun lebih dari itu. Kehadiran orang nomor satu di bumi Sai Bumi Nengah Nyappur itu menyimpan pesan penting: Rawapitu harus bangkit, lebih dari sekadar penghasil gabah.
“Rawapitu ini kaya, sangat kaya akan potensi pertanian,” ujar Qudrotul dalam sambutan hangatnya kepada para petani dan tokoh masyarakat yang menyambutnya di balai kampung.
Ia tak berlebihan. Data menunjukkan bahwa Rawapitu memiliki luas panen mencapai 9.565 hektare, dan dengan sistem dua kali tanam dalam setahun, total lahan tanam bisa mencapai 19.130 hektare.
BACA JUGA:Disdukcapil Kota Bandar Lampung MInta Masyarakat Waspada, Marak Edaran Hoaks Soal KTP Digital
Produksi gabah di sana, Rata-rata 5,117 ton per hektare. Angka yang menjanjikan, namun belum sepenuhnya diimbangi oleh infrastruktur dan pengelolaan yang optimal.
Lebih dari Sekadar Angka
Bagi Qudrotul Ikhwan, angka-angka itu adalah cerminan potensi yang belum sepenuhnya tergarap. Ia menyadari, produktivitas petani Rawapitu masih bisa ditingkatkan jika pemerintah hadir lebih dekat.
“Kami perlu inventarisasi hasil pertanian secara berkala dan akurat. Kita butuh Rice Milling Plant (RMP) yang modern. Hasil panen jangan hanya dijual mentah, tapi juga diolah,” jelasnya.
Namun, ia tak menutup mata. Di balik keberlimpahan panen, tersimpan tantangan yang tak kecil. Jalan rusak masih membelit akses utama kampung-kampung. Mobilitas hasil pertanian seringkali terhambat, membuat petani harus menanggung ongkos tambahan.
“Infrastruktur jalan menjadi PR besar. Tapi ini menjadi prioritas kami ke depan,” tambahnya.
Pesan untuk Kepala Kampung: Dana dan Tanggung Jawab
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
