Mindless Scrolling: Dari Hiburan Menjadi Ancaman Produktivitas dan Kesehatan Mental
--
RADARTVNEWS.COM- Fenomena mindless scrolling semakin sering dijumpai di kalangan pengguna media sosial saat ini.
Istilah ini menggambarkan kebiasaan menggulir layar secara terus-menerus tanpa tujuan yang jelas, sehingga pengguna tanpa sadar menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menelusuri berbagai konten di platform seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan Twitter.
Kebiasaan ini bukan hanya sekadar mengisi waktu luang, tetapi dapat menimbulkan dampak negatif serius bagi kesehatan mental dan produktivitas penggunanya.
Mindless scrolling adalah perilaku kompulsif menggulir layar media sosial secara pasif, yang dipicu oleh algoritma platform digital yang dirancang untuk menyesuaikan konten dengan minat pengguna berdasarkan data usia, gender, histori tontonan, dan interaksi sebelumnya.
Hal ini memicu pelepasan dopamin di otak, zat kimia yang memberikan rasa senang dan membuat aktivitas scrolling menjadi adiktif
Namun, kebiasaan ini sering berujung pada perasaan bersalah karena waktu berharga terbuang sia-sia tanpa hasil yang berarti.
Dampak buruk dari mindless scrolling tidak hanya pada aspek psikologis, seperti meningkatnya perasaan stres dan kecemasan, tetapi juga mengganggu kualitas tidur akibat penurunan hormon melatonin.
Selain itu, gangguan konsentrasi dan produktivitas menjadi masalah utama, karena seringnya interupsi dari ponsel membuat seseorang sulit fokus pada pekerjaan penting.
Penelitian menunjukkan bahwa dibutuhkan waktu rata-rata 23 menit untuk memulihkan fokus setelah terganggu oleh notifikasi atau kebiasaan membuka media sosial.
Lebih jauh lagi, kebiasaan ini juga merusak hubungan sosial di dunia nyata. Kehadiran layar yang terus-menerus mengurangi kualitas interaksi tatap muka, meningkatkan konflik, dan menurunkan kepuasan dalam hubungan personal.
Bahkan, beberapa orang mungkin mulai berbohong tentang lamanya waktu yang mereka habiskan untuk online, menandakan adanya masalah kecanduan.
Para ahli menyarankan beberapa langkah praktis untuk mengatasi kebiasaan mindless scrolling, seperti menetapkan area di rumah yang bebas dari penggunaan ponsel, membatasi durasi penggunaan media sosial setiap hari, mengganti aktivitas scrolling dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, serta menonaktifkan notifikasi yang tidak penting.
Fenomena mindless scrolling bukan sekadar tren, melainkan tantangan nyata di era digital yang harus dihadapi dengan bijak agar teknologi dapat menjadi alat yang mendukung, bukan menghambat kualitas hidup kita.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
