BANNER HEADER DISWAY HD

SORE: Istri dari Masa Depan” Mengapa Banyak Menyebutnya Absolutely Cinema?

SORE: Istri dari Masa Depan”  Mengapa Banyak Menyebutnya Absolutely Cinema?

--

RADARTVNEWS.COM– Adaptasi web series populer karya Yandy Laurens ini menyita perhatian publik sejak dirilis pada 10 Juli 2025. Para penonton dan kritikus menyebut film ini absolutely cinema, menandakan pengalaman menonton yang kaya secara visual, emosional, dan filosofis. Tapi apa yang sebenarnya membedakan film ini dari banyak produksi Indonesia lainnya?

 1. Kisah Fantasi Romantis dengan Sentuhan Mendalam

SORE: Istri dari Masa Depan mengisahkan Jonathan (Dion Wiyoko), seorang fotografer Indonesia yang hidupnya saat ini penuh kebiasaan tak sehat dan kehilangan arah. Suatu pagi, muncul Sore (Sheila Dara Aisha), seorang wanita yang mengaku sebagai istrinya dari masa depan, datang dengan amanat penting: menyelamatkannya dari takdir buruk melalui perubahan nyata pada kesehariannya. Cerita ini bukan hanya romansa biasa, tapi soal cinta yang menjadi katalis perubahan hidup dengan refleksi waktu dan kematian 

 2. Visual Sinematik dari Tiga Negara

Salah satu alasan film ini dinilai absolutely cinema adalah penggunaan lokasi syuting sesungguhnya: Kroasia (Grožnjan dan Zagreb) menggambarkan suasana kecil, klasik, dan kontemplatif; kemudian Finlandia, termasuk adegan di kapal pemecah es dengan suhu minus 20°C—bukan menggunakan CGI atau chroma key—menambah kualitas visual yang autentik; dan akhirnya Jakarta, sebagai tempat awal kisah. Pendekatan ini menciptakan atmosfer visual yang kuat dan tidak biasa di perfilman lokal 

 3. Totalitas Akting dan Persiapan Karakter

Sheila Dara Aisha menunjukkan dedikasi tinggi: belajar bahasa Kroasia intensif agar karakter Sore terasa otentik dalam bicara dan budaya. Sedangkan Dion Wiyoko tidak hanya berakting sebagai fotografer, tetapi juga menampilkan hasil foto lanskap karyanya sendiri dalam film.

 4. Musik sebagai Narasi Emosi

Soundtrack film dirancang sebagai bagian tak terpisahkan dari pengalaman emosional. Lagu-lagu seperti Pancarona dan Terbuang Dalam Waktu oleh Barasuara, serta komposisi oleh Ovel Obaja, menyatu dengan narasi cerita. Bahkan, Adhitia Sofyan menyumbangkan lagu baru yang menambah dimensi reflektif pada setiap adegan penting 

 5. Kedalaman Tema dan Kesadaran Psikologis

Film ini bukan sekadar romantika fiksi ilmiah; ia mengeksplorasi tema cinta dan tanggung jawab terhadap pasangan, perubahan gaya hidup, dan konsekuensi intervensi waktu. Sutradara Yandy Laurens menyebut film ini terinspirasi dari pengalaman pribadinya sebagai suami dan suami yang bertumbuh dalam hubungan jangka panjang 

.6. Penerimaan Penonton: Tidak Sekadar Komersial

Film ini telah menembus 1 juta penonton dalam 9 hari sejak tayang, membuktikan daya tariknya melebihi serial web-nya yang dirilis 2017. Versi layar lebar ini menawarkan 60% materi cerita baru—lebih matang, lebih emosional, lebih sinematik—sehingga mampu menjangkau audiens yang lebih luas 

 Kenapa Film Ini Dianggap Absolutely Cinema?

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: