BANNER HEADER DISWAY HD

Latihan Lari Lebih Terstruktur? Kenali Dulu 12 Jenis Lari Ini!

Latihan Lari Lebih Terstruktur? Kenali Dulu 12 Jenis Lari Ini!

dengan jenis lari ini latihan semakin berstruktur --Dokumentasi Pribadi

BANDARLAMPUNG, RADARTVNEWS.COM -Banyak orang memulai hobi lari hanya dengan satu tujuan: bergerak dan sehat. Tapi seiring waktu, mereka sadar bahwa lari bukan sekadar soal jarak atau kecepatan.

Ada teknik, strategi, dan variasi latihan yang membuat aktivitas ini lebih efektif dan menyenangkan. Salah satu kunci utama agar lari tidak monoton dan hasilnya terasa maksimal adalah dengan mengenali jenis-jenis latihan yang ada.

Berlari bukan sekadar mengejar jarak atau kecepatan. Untuk menjadi pelari yang lebih baik, kamu perlu tahu bahwa ada berbagai jenis latihan lari yang masing-masing punya fungsi dan manfaat tersendiri. Nah, kalau kamu ingin latihan yang lebih terarah, kenali dulu 12 jenis lari ini.

BACA JUGA:Tips and Trik untuk Warga Lampung: Mulai Lari dengan Cara Sederhana dan Sehat

1. Daily Run – Fondasi dari Segalanya

Daily run atau lari harian adalah latihan dasar yang dilakukan dengan kecepatan ringan hingga sedang. Tujuannya untuk menjaga kebugaran dan membentuk rutinitas. Tak perlu lama—cukup 20 hingga 60 menit—asal konsisten. Ini adalah pondasi dari semua jenis latihan lari lainnya.

2. Long Run – Melatih Daya Tahan Jarak Jauh

Lari jarak jauh dilakukan sekali seminggu dan durasinya lebih lama dari biasanya. Jenis ini penting untuk meningkatkan stamina dan ketangguhan fisik maupun mental. Cocok bagi yang sedang persiapan mengikuti lomba half marathon atau marathon.

3. Interval Run – Rahasia Kecepatan Maksimal

Latihan ini memadukan lari cepat dalam jarak pendek dengan waktu istirahat singkat. Misalnya, 400 meter sprint diselingi jogging ringan. Tujuannya adalah meningkatkan kecepatan, kekuatan jantung, dan ketahanan saat tubuh berada dalam tekanan.

4. Tempo Run – Tahan Lelah, Jaga Ritme

Tempo run dilakukan dengan kecepatan tinggi yang stabil dalam waktu tertentu, biasanya 20–30 menit. Latihan ini membantu tubuh bertahan pada ambang kelelahan tanpa kehilangan ritme. Cocok untuk pelari yang ingin mempertajam pace lomba.

5. Fartlek – Latihan Seru Tanpa Pola Baku

BACA JUGA:Warna Dan Bahan Jersy Mempengaruhi Kenyamanan Saat Lari

Berarti "speed play" dalam bahasa Swedia, fartlek adalah lari dengan variasi kecepatan yang dilakukan secara bebas. Cocok untuk kamu yang ingin bermain-main dengan ritme lari tanpa harus mengikuti aturan kaku. Seru dan fleksibel!

6. Hill Repeats – Tantangan Menanjak yang Menguatkan

Latihan ini dilakukan dengan cara berlari menanjak beberapa kali, lalu turun untuk pemulihan. Melatih otot kaki, napas, dan teknik. Sangat efektif untuk pelari trail atau siapa pun yang ingin membangun kekuatan dan stamina ekstra.

7. Recovery Run – Ringan Tapi Penting

Recovery run adalah lari dengan kecepatan sangat pelan yang dilakukan setelah sesi latihan berat. Tujuannya untuk memperlancar aliran darah dan mempercepat pemulihan otot, tanpa membuat tubuh terlalu diam atau kaku.

8. Progression Run – Awal Tenang, Akhir Bertenaga

Jenis lari ini dimulai dengan pace lambat dan meningkat secara bertahap hingga cepat di akhir sesi. Sangat bermanfaat untuk melatih manajemen tenaga dan menjaga stamina saat menghadapi lomba.

9. Race Simulation Run – Uji Strategi Sebelum Hari H

Latihan ini meniru kondisi lomba, termasuk pace, jarak, dan strategi minum. Ideal dilakukan menjelang race day untuk membantu tubuh dan pikiran beradaptasi dengan tekanan lomba sungguhan.

BACA JUGA:Pahami Kategori Lari Berdasarkan Jaraknya: Mulai dari Lari Pendek hingga Ultra Marathon

10. Cross Country Run – Menjelajah Alam, Latih Keseimbangan

Cross country run dilakukan di medan alami seperti hutan, tanah, atau perbukitan. Tantangan lintasan membuat latihan ini sangat baik untuk meningkatkan koordinasi tubuh, kekuatan, dan daya tahan otot kaki.

11. Barefoot Run – Kembali ke Dasar

Lari tanpa sepatu ini biasanya dilakukan di atas rumput atau pasir. Melatih otot-otot kecil di kaki dan memperbaiki teknik pijakan. Harus dilakukan perlahan agar tubuh punya waktu beradaptasi.

12. Fun Run – Lari Seru Tanpa Target

Fun run adalah lari santai yang biasanya diadakan dalam event komunitas atau kegiatan sosial. Fokusnya bukan pada kecepatan atau jarak, tapi pada kebersamaan dan kesenangan. Cocok untuk semua kalangan.

Akhiri Lari Asal-asalan, Mulai Latihan Terstruktur

Dengan mengenal jenis-jenis lari di atas, kamu bisa menyusun latihan yang lebih seimbang dan sesuai dengan tujuan. Ingin meningkatkan stamina? Pilih long run. Mau menambah kecepatan? Coba interval. Butuh tantangan? Hill repeats jawabannya.

Latihan yang terstruktur tidak hanya membuat performa meningkat, tapi juga membantu menghindari kejenuhan dan cedera.

Karena dalam dunia lari, bukan siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling cerdas dalam berlatih.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: