Simak 5 Bahaya Tersembunyi Poliester Bagi Kesehatan dan Lingkungan, Nomor 3 Pernah Kamu Alami
ilustrasi-pinterest-
RADARTVNEWS.COM – Di tengah cuaca Kota Bandar Lampung yang kian lembap dan terik pada awal Maret 2026 ini, pakaian berbahan poliester menjadi pilihan utama banyak warga. Selain harganya yang relatif terjangkau, poliester sangat digemari karena sifatnya yang praktis: anti-kusut, warna tidak mudah pudar, dan sangat cepat kering setelah dicuci. Namun, di balik segala kelebihannya, banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa poliester adalah serat sintetis murni yang terbuat dari polimer plastik (bahan dasar minyak bumi).
Mengenakan pakaian plastik di tengah suhu tropis Lampung ternyata menyimpan deretan risiko yang jarang dibahas. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai 5 bahaya tersembunyi kain poliester bagi kesehatan kulit dan kelestarian lingkungan kita:
1. Memerangkap Panas dan Menjadi Sarang Bakteri
Poliester adalah kain yang tidak memiliki pori-pori alami, berbeda jauh dengan katun atau linen yang mampu mengalirkan udara dengan baik. Serat sintetis ini cenderung memerangkap panas tubuh dan keringat tepat di antara permukaan kulit dan kain.
Dampaknya: Di bawah sengatan matahari Lampung, keringat yang terperangkap akan menciptakan lingkungan lembap yang sangat disukai oleh bakteri dan jamur. Hal ini tidak hanya memicu bau badan yang lebih menyengat, tetapi juga meningkatkan risiko biang keringat, gatal-gatal, hingga infeksi kulit jika digunakan dalam waktu lama.
2. Paparan Bahan Kimia Berbahaya (Antimon Trioksida)
Proses pembuatan poliester melibatkan katalis kimia yang disebut Antimon Trioksida. Meskipun kadarnya sering dianggap aman, bahan ini tetaplah zat kimia yang bersifat karsinogen (pemicu kanker) dalam jangka panjang jika terpapar secara akumulatif.
Risiko: Saat suhu tubuh meningkat dan kita berkeringat, pori-pori kulit akan terbuka lebar. Pada saat itulah, sisa-sisa zat kimia pada serat poliester dapat terserap ke dalam sistem tubuh. Bagi pemilik kulit sensitif, hal ini sering kali bermanifestasi sebagai dermatitis kontak atau ruam kemerahan yang sulit sembuh.
BACA JUGA:Tren Fashion 2026: Gaya Simpel, Nyaman, dan Penuh Makna
3. Gangguan Pernapasan Akibat Serat Mikro
Bahaya poliester tidak hanya muncul saat dipakai sebagai pakaian luar, tetapi juga saat digunakan sebagai perlengkapan tidur seperti sprei atau selimut (yang sering dilabeli sebagai bahan microtex). Poliester melepaskan serat-serat mikro plastik yang sangat halus setiap kali terjadi gesekan.
Dampaknya: Partikel mikro ini dapat terhirup saat kita tidur. Bagi penderita asma, bronkitis, atau alergi debu, menghirup serat plastik halus secara terus-menerus dapat memperburuk kondisi pernapasan dan menyebabkan iritasi pada saluran napas bagian atas.
4. Ancaman Mikroplastik bagi Ekosistem Perairan Lampung
Setiap kali Anda mencuci satu helai baju poliester di mesin cuci, ribuan hingga jutaan serat mikroplastik terlepas dan hanyut bersama air limbah cucian. Karena ukurannya yang sangat kecil, mikroplastik ini tidak dapat disaring oleh fasilitas pengolahan limbah standar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: